Kapten (PNB) Ajeng Tresna. Foto: Metro TV
Kapten (PNB) Ajeng Tresna. Foto: Metro TV

Yuk Kenalan Sama Kapten Ajeng, Pilot yang Sering Antar Dinas Presiden Prabowo

Ilham Pratama Putra • 26 Agustus 2026 09:18
Ringkasnya gini..
  • Ajeng Tresna menjadi pilot perempuan pertama di Skadron VIP Skadron Udara 17.
  • Ajeng mengaku pernah diragukan karena menjadi perempuan di lingkungan militer.
  • Ajeng memilih menjawab keraguan dengan membuktikan kemampuan dan tanggung jawabnya.
Jakarta: Menjadi perempuan di lingkungan militer yang mayoritas dihuni laki-laki menjadi tantangan tersendiri bagi Kapten (PNB) Ajeng Tresna. Terlebih ia menekuni dunia militer sebagai penerbang TNI Angkatan Udara (AU).
 
Namun, Ajeng memilih menjawab keraguan tersebut dengan membuktikan kemampuannya. Kini, ia menjadi pilot perempuan pertama yang masuk ke Skadron VIP Skadron Udara 17 dan menjadi salah satu pilot yang menerbangkan Pesawat Kepresidenan.
 
Ajeng mengatakan dirinya sebenarnya tidak pernah merencanakan menjadi pilot. Keinginannya untuk menjadi tentara justru muncul ketika duduk di bangku SMA setelah mengikuti Paskibraka Nasional.

Pengalaman di Paskibraka membuat Ajeng mengenal pendidikan semi-militer. Selain itu, ayahnya yang merupakan seorang purnawirawan juga telah mengenalkannya kepada kedisiplinan seorang prajurit.
 
"Kalau boleh jujur sebenarnya saya tidak pernah menyangka dan tidak pernah me-planning-kan dalam perjalanan hidup saya akan menjadi seorang pilot," ujar Ajeng dalam program QnA Metro TV dikutip Rabu 26 Agustus 2026.
 
Baca juga: PTB STMKG 2026 Sediakan 130 Kuota, Cek Rincian Formasi 4 Program Studinya  

 
Setelah masuk TNI AU, Ajeng kemudian dipilih dan diproyeksikan menjadi penerbang. Dari situlah ketertarikannya terhadap dunia penerbangan mulai tumbuh.
 
Ajeng tidak menampik pernah menghadapi keraguan karena memilih profesi yang banyak diisi laki-laki. Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan bagi perempuan yang berada di lingkungan militer.
 
Ia memahami asumsi bahwa perempuan dianggap mungkin tidak mampu atau tidak cukup kuat untuk menjalani profesi tersebut. "Pasti pernah, dan itulah challenge kita sebagai perempuan ya, hidup di antara lingkungan laki-laki yang mana kita tuh minoritas di situ," katanya.
 
Namun, Ajeng tidak ingin berhenti pada anggapan tersebut. Baginya, kemampuan seorang prajurit harus dibuktikan melalui kinerja.
 
"Itu pasti ada asumsi seperti itu, tapi balik lagi sebenarnya ke diri kita bagaimana kita membuktikan kepada mereka sih, bahwa kita ini mampu," ujarnya.
 
Ajeng juga tidak melihat statusnya sebagai pilot perempuan pertama di Skadron VIP sebagai beban. Ia memilih menjadikannya sebagai tanggung jawab sekaligus kesempatan.
 
"Tergantung dari kita sendiri sebenarnya. Kalau saya menganggap itu sebagai beban saya bisa menganggap sebagai beban," tuturnya.
 
Menurut Ajeng, ketika profesi dijalani sebagai tanggung jawab dan sesuatu yang dinikmati, posisi tersebut justru dapat menjadi sebuah keistimewaan. "Saya melihatnya jadi privilege yang saya punya tapi yang orang lain enggak punya," katanya.
 
Baca juga: Beasiswa Unggulan 2026 Kemendikdasmen Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan