Kemitraan tersebut diumumkan di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempersiapkan generasi baru pemimpin di bidang pertanian berkelanjutan sekaligus mendorong inovasi di sektor pangan.
Professor Moira O’Bryan, Dean of Science, University of Melbourne, mengatakan Indonesia dan Australia memiliki tantangan yang serupa dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh. Isu pangan kata dia memang menjadi perhatian khusus dunia akademik saat ini.
"Sebagai dua negara yang bertetangga dekat, Australia dan Indonesia memiliki peluang sekaligus tantangan yang serupa dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh," ujar O’Bryan dalam keterangannya kepada Medcom.id, Kamis 20 Agustus 2026.
| Baca juga: 20 PTNBH dengan Nilai Kekayaan Awal Terbesar, Ternyata Bukan UI dan UGM Lho! |
Menurut dia, kekuatan pendidikan dan riset pertanian dari kedua negara perlu dipertemukan untuk menghasilkan dampak yang lebih luas. Lulusan juga diharapkan mampu mengambil peran dalam membentuk masa depan sektor pertanian di kawasan.
Dari sisi Indonesia, IPB menilai kerja sama tersebut dapat memperkuat kemampuan lulusan pertanian. Utamanya untuk berkontribusi dalam menghadapi persoalan ketahanan pangan.
Dekan Ekonomi dan Manajemen IPB, Irfan Syauqi Beik mengatakan IPB telah membangun keahlian di bidang pertanian tropis. IPB kata dia juga telah membangun sistem pangan berkelanjutan selama puluhan tahun.
"Dengan menggabungkan kekuatan IPB dalam agribisnis dan ilmu pertanian dengan keunggulan riset University of Melbourne, kami membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan yang dihadapi Indonesia," ujar Irfan.
Sementara itu, UGM melihat kolaborasi internasional sebagai cara untuk memperkuat kapasitas lulusan. Terutama kemampuan lulusan dalam menghadapi persoalan yang semakin kompleks di sektor pertanian, teknologi pangan, dan industri agri-food.
Dekan Teknologi Agrikultural UGM Eni Harmayani, mengatakan mahasiswa akan mendapatkan pengalaman pendidikan berstandar global sekaligus pengalaman lintas budaya dan kolaborasi riset. "Kemitraan dengan University of Melbourne ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kami untuk memperoleh pendidikan berstandar global, pengalaman lintas budaya, serta kolaborasi riset yang akan memperkuat kapasitas mereka untuk menjadi pemimpin masa depan di sektor pertanian," ujar Eni.
Dalam model studi yang diusulkan, mahasiswa IPB maupun UGM aakan menjalani tahun pertama di Indonesia dan melanjutkan tahun kedua di University of Melbourne, Australia. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang pengembangan riset bersama, pertukaran akademik, dan kemitraan jangka panjang antara perguruan tinggi Indonesia dan Australia.
"Bagi University of Melbourne, kerja sama ini juga menjadi kemitraan formal pendidikan transnasional (transnational education/TNE) pertama bagi Faculty of Science di Indonesia," tutup O’Bryan.
| Baca juga: Lulusan IPDN Jadi Apa? Ini Status CPNS, Alokasi Penempatan, dan Jenjang Kariernya |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda