Yuenleni, Tenaga kependidikan (tendik) laboran UGM. Foto: Dok. UGM
Yuenleni, Tenaga kependidikan (tendik) laboran UGM. Foto: Dok. UGM

Yuenleni, 'Happy' Jadi Petugas Uji Sampel Swab Covid-19

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi UGM
Citra Larasati • 17 November 2020 15:30
Jakarta: Ratusan sampelswabmasuk setiap hari, namun ada kalanya sampel yang datang jumlahnya lebih banyak. Leni pun harus kerja lembur dan pulang lebih larut ke rumah setelah hari sudah gelap.
 
?“Tergantung jumlah sampel, kalau lagi banyak, kita pulang melebihi jam kerja. Pernah pulang jam 20.00 WIB malam,” kata Yuenleni, 42 tahun, Tenaga kependidikan (tendik) laboran di Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran, Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).
 
Sudah 17 tahun ia bekerja di laboratorium Biokimia untuk menyiapkan kegiatan praktikum mahasiswa kedokteran. Namun sejak Mei 2020 ini, Leni diajak bergabung untuk membantu uji PCR sampel swab dari pasien terduga kena covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awalnya ia sempat takut dan merasa khawatir, sampai-sampai ia pun meminta izin suaminya soal tugas barunya itu. “Awalnya takut juga, Saya izin suami, syukur dapat izin dan dukungan penuh,” kata Yuenleni, Senin, 16 November 2020.
 
Bagi Leni, apa yang dilakukannya merupakan peran kecil dalam membantu pemerintah untuk menanggulangi penyebaran wabah covid-19. Ia pun mengaku senang karena sudah ikut berperan, meskipun menurutnya peran tersebut tidaklah seberapa dibandingkan dengan nakes yang berjuang di garda terdepan.
 
“Semoga peran kecil saya bisa membantu orang lain. Paling tidak pasien bisa cepat mendapatkan hasilnya sehingga dokter yang menangani lebih cepat menentukan diagnosis,” kata wanita kelahiran Bojonegoro ini.
 
Menguji sampel swab di laboratorium Mikrobiologi FK-KMK UGM sudah sesuai dengan tugas fungsionalnya sebagai pranata laboratorium. Setiap hari, kata Leni, laboratorium Mikrobiologi FK-KMK menerima ratusan sampel swab dari RS UGM dan sampel dari sivitas akademika UGM yang melakukan pemeriksaan di klinik Gama Medical Center (GMC).
 
“Sampel saat ini tiap hari sekitar 100 an, tapi kita juga menerima sampel dari puskesmas dan faskes di DIY,” ujarnya.
 
Untuk menjaga agar tidak terjadi penularan, setiap sampel yang masuk, kata Leni, dimasukkan dalam tabung VTM atau Virus Transport Medium. Lalu, sampel yang terbungkus dalam tabung kecil dalam jumlah banyak dimasukkan kembali ke cool box. Penyerahan sampel swab ini pun harus melalui pintu khusus.
 
“Masuk ke laboratorium lewat pintu sampel khusus,” katanya.
 
Selanjutnya, setiap sampel dibongkar untuk dimasukkan ke dalam lemari kerja khusus. Para laboran yang akan melakukan uji PCR dari sampel ini diharuskan menggunakan APD secara lengkap berupa hazmat, faceshield, masker berlapis, dan glove berlapis.
 
Pekerjaan yang dilakoninya saat ini, kata Leni, memang berisiko tertular covid-19 apabila tidak dilakukan secara hati-hati sehingga protokol standar prosedur laboratorium harus dipatuhi. ”Takut dan khawatir kadang ada. Tapi kita selalu mentaati protokol dengan menggunakan APD lengkap, selesai kerja langsung mandi, keramas, dan ganti baju bersih,” kenangnya.
 
Baca juga:Jadi Presiden Direktur, Alumnus IPB Bagikan Kiat Memulai Bisnis
 
Meski pekerjaannya berisiko tinggi bagi kesehatan, namun suasana kerja di laboratorium Mikrobiologi tidaklah sepi dan menegangkan bahkan sedapat mungkin sesama laboran melakukan pekerjaannya dengan rasa senang dan gembira. “Tim kita selalu kompak, dibuat happy saja, biar imun tetap bagus,” imbuhnya.
 
Sebelum ikut membantu uji swab sampel covid-19, Leni sehari-harinya menjadi laboran yang tugasnya menyiapkan peralatan kegiatan praktikum mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan dokter. Bahkan, ia juga membantu uji sampel bagi mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir berupa skripsi, tesis dan disertasi.
 
Sesekali ia membantu kegiatan penelitian para dosen. Pekerjaan sebagai laboran sudah ditekuni Leni selama 17 tahun lebih, sejak ia mulai masuk bekerja tahun 2003. Atas dedikasi dan pengabdiannya menjadi laboran dan ikut membantu penanggulangan covid-19 ini, Leni terpilih sebagai laboran berprestasi UGM tahun 2020 ini.
 
Penghargaan tersebut diberikan oleh Rektor UGM pada Malam Penghargaan Insan Berprestasi, Rabu, 4 November 2020 lalu secara daring.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif