Jacob Collier di Berklee college of Music. Foto: Instagram @jacobcollier
Jacob Collier di Berklee college of Music. Foto: Instagram @jacobcollier

Profil Jacob Collier: Musisi Jenius Ini Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Berklee

Bramcov Stivens Situmeang • 16 Mei 2026 10:25
Ringkasnya gini..
  • Musisi muda asal Inggris, Jacob Collier, menerima gelar Doktor Kehormatan dari Berklee College of Music.
  • Jacob Collier adalah vokalis berbakat sekaligus pemain multi-instrumen yang lahir dan besar di London Utara.
  • Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi luar biasa Collier dalam dunia musik.
Jakarta: Musisi muda asal Inggris, Jacob Collier, menerima gelar Doktor Kehormatan dari Berklee College of Music dalam upacara wisuda yang digelar di Agganis Arena, Boston University, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
 
Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi luar biasa Collier dalam dunia musik. Musisi berusia 32 tahun itu memang dikenal lewat karya-karya eksperimental yang memadukan unsur jazz, R&B, soul, funk, hingga musik klasik.
 
Sebelum membahas lebih lanjut soal penghargaan tersebut, yuk kenalan dulu dengan sosok musisi satu ini. Simak selengkapnya.

Siapa Itu Jacob Collier?

Mengutip laman Classic FM dan Britannica, Jacob Collier adalah vokalis berbakat sekaligus pemain multi-instrumen yang lahir dan besar di London Utara. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat dekat dengan dunia musik.

Sang ibu, Suzie, merupakan violinis profesional sekaligus profesor biola di Junior Royal Academy of Music, sedangkan kakeknya juga dikenal sebagai pengajar di institusi yang sama sekaligus memimpin the Bournemouth Symphony Orchestra. Jacob Collier mulai dikenal luas pada 2013 lewat berbagai aransemen inovatif yang ia unggah di YouTube.
 
Harmoni vokal yang rapat serta akor “crunchy” menjadi ciri khas musiknya yang menghadirkan warna baru pada lagu-lagu populer, mulai dari Isn't She Lovely milik Stevie Wonder hingga Pure Imagination yang dipopulerkan Gene Wilder. Berkat gaya musiknya yang unik, nama Collier pun melejit dalam waktu singkat di internet.
 
Ia bahkan dijuluki “Pangeran Harmoni” dan dianggap sebagai penerus komposer paduan suara ternama, Eric Whitacre. Musisi kelahiran 2 Agustus 1994 itu juga dikenal mampu mengubah ribuan penonton konser menjadi paduan suara raksasa hanya melalui gerakan tangan sederhana.
 
Selain aktif bermusik, ia pernah tampil dalam opera seperti The Magic Flute dan The Turn of the Screw, serta mendalami piano jazz dan teori musik secara serius. Ketertarikannya pada musik membawa Collier mengisi seminar di MIT dan berbagai forum akademik lainnya.
 
Dalam kesempatan itu, ia membahas konsep “reharmonisasi”, yakni pendekatan baru dalam memahami struktur akor. Collier sendiri diketahui merilis album debutnya berjudul In My Room pada 2016.
 
Menariknya, seluruh instrumen dalam album tersebut dimainkan sendiri olehnya. Selain itu, Jacob Collier juga pernah tampil di Montreux Jazz Festival pada 2015.
 
Hingga kini, ia telah meraih tujuh Grammy Award dari 16 nominasi, sekaligus menjadi musisi Inggris pertama dalam sejarah yang memenangkan setidaknya satu Grammy untuk masing-masing dari lima album studio pertamanya. Ia pun telah berkolaborasi dengan lebih dari 100 musisi dunia, mulai dari Coldplay, SZA, Shawn Mendes, hingga Joni Mitchell.
 
Deretan pencapaian ini yang kemudian menjadi pertimbangan Berklee College of Music untuk menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepadanya. Lantas, sebenarnya apa itu gelar kehormatan yang diraih oleh Collier? Simak berikut ini.

Apa itu Gelar Doktor Kehormatan?

Mengutip laman Honorary Doctorate Award Council, gelar doktor kehormatan atau doctor honoris causa merupakan bentuk penghargaan profesional yang diberikan kepada individu dengan pencapaian luar biasa di bidangnya. Berbeda dengan gelar doktor akademik yang diperoleh melalui jenjang pendidikan S1, S2, hingga S3, gelar kehormatan ini tidak mensyaratkan jalur akademik tertentu.
 
Penerimanya dipilih berdasarkan kontribusi nyata yang telah mereka berikan kepada masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Penerima gelar ini pun berhak menggunakan gelar Doktor Honoris Causa (Doktor H.C.) di depan namanya jika mereka menghendakinya.
 
Di Indonesia, sejumlah tokoh publik pernah menerima penghargaan serupa. Misalnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang tercatat pernah menerima gelar doctor honoris causa.
 
Beberapa menteri hingga tokoh hiburan seperti Raffi Ahmad pun pernah mendapatkan penghargaan serupa dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Nah, di panggung internasional, kali ini giliran Jacob Collier yang menyandang gelar bergengsi tersebut.
 
Mengutip laman Berklee College of Music, momen pengukuhan itu tidak hanya menjadi seremonial semata. Sebagai bagian dari perayaan kelulusan, Jacob Collier tampil membawakan lagu Can't Take My Eyes Off You di hadapan para wisudawan. Sehingga, menciptakan suasana hangat dan berkesan.
 
Dalam pidatonya, Collier menyampaikan pesan tentang betapa dalam dan luasnya makna belajar musik. Ia meyakini bahwa musik adalah cermin dari nilai-nilai yang membuat kehidupan bermakna, mulai dari kepercayaan, empati, keberanian, hingga kemampuan mendengarkan.
 
"Somebody told me something when I was young that really stayed with me, which is that when we learn music, we learn all there is to know," kata Collier dalam pidatonya yang diunggah di akun Instagram @jacobcollier, dikutip Sabtu, 16 Mei 2026.
 
Collier juga menekankan bahwa kualitas seorang musisi tidak bisa dilepaskan dari kualitasnya sebagai manusia. Ia mengutip pesan musisi bass legendaris Victor Wooten yang menurutnya sangat relevan bagi para musisi muda.
 
"It's true and in the words of the great Victor Wooten, he says, you know, the world doesn't need more good musicians. The world needs more good people. But it just so happens that being a musician is a really good way of being a good person because of all the principles that are built in," ujar dia
 
Di penghujung pidatonya, Collier menyerukan satu hal yang ia anggap paling penting di tengah era yang penuh ketidakpastian ini. Dia menegaskan bahwa kekuatan sejati seorang seniman bukan soal seberapa besar suaranya, melainkan seberapa besar ia mampu mengangkat suara orang lain di sekitarnya.
 
"If there's anything I would particularly like to impart upon you, other than just hearing you sing that great chord just then, I would say trust each other, because nobody knows what's coming next. I don't know, these guys don't know, not even Jill Scott knows," ungkapnya.
 
Collier menutup pidatonya dengan mengungkapkan rasa bangganya bisa hadir dan diwisuda bersama para mahasiswa Berklee di momen bersejarah ini. Ia pun mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas penghargaan yang diterimanya.
 
"This week, to my immense gratitude, I received an Honorary Doctorate from @berkleecollege," tulis Jacob Collier di akun Instagram @jacobcollier.
 
Pada kesempatan yang sama, Berklee College of Music juga menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan kepada dua musisi lainnya. Salah satunya penyanyi soul dan R&B asal Philadelphia yang telah tiga kali meraih Grammy Award, sekaligus dikenal sebagai penulis, aktris, dan filantropis yakni Jill Scott.
 
Selain itu, penghargaan tersebut juga diberikan kepada Vinnie Colaiuta. Drummer asal Pennsylvania itu pernah menempuh pendidikan di Berklee College of Music sebelum pindah ke Los Angeles pada 1978.
 
Kariernya mulai melejit saat bergabung dengan Frank Zappa pada usia 22 tahun. Zappa sendiri dikenal sebagai komposer, gitaris, sekaligus satiris Amerika yang berpengaruh pada era 1960-an hingga 1980-an.
 
Bersama Zappa, Colaiuta tampil dalam berbagai pertunjukan langsung sekaligus terlibat dalam rekaman studio. Sepanjang kariernya, Colaiuta dikenal sebagai salah satu drummer paling berpengaruh di dunia musik.
 
Ia bahkan memenangkan 18 penghargaan Drummer of the Year versi Modern Drummer dan masuk ke Modern Drummer Hall of Fame pada 1996. Majalah tersebut juga menyebut Colaiuta sebagai “drummer paling penting di era modern”.
 
Berklee College of Music sendiri memang memiliki tradisi panjang dalam memberikan gelar kehormatan kepada musisi-musisi legendaris. Sebelumnya, penghargaan serupa pernah dianugerahkan kepada Duke Ellington, Aretha Franklin, Quincy Jones, Celine Dion, hingga John Legend.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA