Dua mahasiswi UNS yang melakukan penelitian alat deteksi boraks pada daging. UNS/Humas.
Dua mahasiswi UNS yang melakukan penelitian alat deteksi boraks pada daging. UNS/Humas.

Deteksi Kandungan Boraks dalam Daging Kini Lebih Mudah

Muhammad Syahrul Ramadhan • 09 Juli 2019 10:49
Solo:  Tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan prototipe atau purnarupa sensor fiber optik untuk mengetahui kandungan boraks dalam daging.
 
Riset ini berawal dari keresahan adanya oknum nakal produsen olahan daging sapi yang menggunakan boraks untuk membuat daging terlihat segar.  Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa, yakni Dita Putri Andaresta, Muntazah Azma dan Nanda Yudi Shofi Subekti.  Ketiganya mendapat bimbingan dari dosen Mohtar Yunianto. 
 
Dita mengatakan, purnarupa ini selain dibuat untuk mengetahui kandungan boraks dalam daging.  Nantinya akan dikembangkan menjadi alat pendeteksi boraks.

"Dalam riset selanjutnya, hasil ini berpotensi untuk dapat dibuat sebuah alat pendeteksi kandungan boraks," kata Dita dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa 8 Juli 2019.
 
Dita menjelaskan, cara kerja sensor fiber optik ini yaitu dengan menembakkan cahaya ke dalam daging yang mengandung boraks kemudian dipantulkan dan ditangkap oleh fiber optik. Sinyal listrik didapat dari ocean optic spectrometer yang akan masuk ke fiber optik dengan dihubungkan oleh konektor.
 
Baca:  Adu Diplomasi, Mahasiswa UNS Menang di Paris
 
Pada fiber optik, akan mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya yang dibelokkan dan bagian yang mengenai sampel daging akan memiliki informasi digital. Informasi tersebut masuk ke dalam ocean optic spectrometer USB4000, yang keluarannya berupa transmitansi dan panjang gelombang.
 
Semakin banyak kandungan boraks di dalam daging, maka akan semakin menurun nilai transmitansinya.  Nilai transmitansi berbanding terbalik dengan absorbansi (nilai serapan).
 
"Semakin banyak kandungan boraks maka nilai serapannya  semakin banyak pula," ujarnya.
 
Dengan hadirnya alat ini, diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam mengidentifikasi kandungan boraks dalam daging tanpa membutuhkan uji secara laboratorium.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan