Dalam sebuah sesi nostalgia, tiga personel grup musik Armada, yaitu Tsandi Rizal Adi Pradana (Rizal), Andika Maihendra Yuda (Mai), dan Meri Yandi (Andit) berbagi kisah tentang masa sekolah yang tidak selalu berjalan mulus, mulai dari masalah kehadiran hingga kendala ekonomi yang memaksa mereka mengubur mimpi akademis tertentu.
Rizal mengungkapkan bahwa ia sempat memiliki keinginan kuat untuk mengenyam pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Namun, keterbatasan ekonomi keluarga memaksanya mengambil jurusan Manajemen Informatika di kampus lain.
Pengalaman pahit ini justru memberikan perspektif baru baginya bahwa sukses tidak selalu datang dari jalur formal, namun dedikasi tetap harus ada. Menariknya, mereka juga menyoroti fenomena anak muda zaman sekarang yang cenderung mendewakan viralitas di atas pendidikan.
Sang Vokalis, Rizal, mengingatkan, menjadi konten kreator atau figur publik yang sukses tidak semudah yang terlihat, dan pendidikan tetap memegang peran krusial sebagai tempat latihan mental dan etos kerja.
“Banyak yang merasa sekolah tidak penting yang penting viral. Padahal, tidak semua konten kreator itu berhasil. Pendidikan itu penting bukan cuma soal ilmu, tapi soal membangun relasi dan melatih tanggung jawab,” ungkap Rizal di Kantor Media Group, Selasa, 5 Mei 2026.
Sebagai penutup, Rizal menekankan satu poin yang menurutnya paling krusial dalam dunia pendidikan dan karier yaitu Adab. Ia merasa miris melihat banyak orang berilmu tinggi namun tidak memiliki karakter yang baik.
"Di sekolah itu kita belajar beradab. Saya percaya adab itu di atas ilmu. Setinggi-tingginya ilmu seseorang, jika tidak memiliki adab, maka ia tidak akan berguna bagi sesama," tegas Rizal.
Pesan ini menjadi refleksi bagi generasi muda agar tidak hanya mengejar kepintaran akademis atau popularitas semata, tetapi juga menjaga integritas moral di tengah persaingan dunia profesional. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News