Perempuan yang berasal dari Bengkulu ini telah menunjukkan konsistensi dalam dunia pendidikan sejak di bangku sekolah. Dia mengikuti program akselerasi saat SMP dan SMA, kemudian melanjutkan pendidikan dokter hingga lulus pada tahun 2019.
Setelah sempat bekerja sebagai dokter umum sekaligus dosen di salah satu universitas negeri di Bengkulu, dia memutuskan melanjutkan studi ke jenjang spesialis. “Tahun 2022 saya melanjutkan studi pendidikan dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM,” ujar Isti, sapaan karib Istiqomah dikutip dari laman ugm.ac.id, Senin, 27 April 2026.
Isti bercerita ketertarikannya pada bidang kesehatan anak telah tumbuh sejak awal. Selain itu, kebutuhan akan dokter spesialis anak di daerah asalnya juga menjadi motivasi kuat menentukan pilihan studi.
Selama menjalani pendidikan, Isti mengikuti program double degree yang mengharuskannya menyusun dua tesis dengan fokus serupa, yakni di bidang neonatologi, khususnya terkait hiperbilirubinemia pada neonatus.
Meski berhasil meraih predikat sebagai lulusan termuda, Isti mengaku tidak pernah menjadikannya sebagai target utama. Ia lebih memilih fokus menjalani setiap tahapan pendidikan sesuai dengan alur yang telah ditetapkan.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan termuda di periode ini, dan dari awal juga tidak pernah menargetkan ke arah sana. Berusaha konsisten saja di tiap prosesnya. Jadi ketika akhirnya mendapat predikat tersebut tentu sangat bersyukur,” ujar dia.
Perjalanan pendidikan spesialis yang dijalaninya tidak selalu mudah. Ia harus beradaptasi dengan tuntutan akademik dan tanggung jawab klinis yang jauh lebih intensif dibandingkan dengan jenjang sebelumnya. Selain itu, perbedaan lingkungan dan budaya antara Bengkulu dan Yogyakarta juga menjadi tantangan tersendiri di awal masa studi.
Namun, dukungan dari keluarga, teman sejawat, serta para supervisor menjadi faktor penting yang membantunya melewati berbagai tantangan tersebut.
Isti memberi pesan dan motivasi bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi di UGM. Dia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan niat sejak awal.
Menurut dia, pendidikan spesialis merupakan proses panjang yang membutuhkan ketahanan dan tujuan jelas. Ia juga mengingatkan tidak perlu berambisi menjadi yang tercepat, melainkan fokus menjalani setiap tahap dengan maksimal.
Selain itu, keberadaan support system juga menjadi hal yang tidak kalah penting selama proses pendidikan. Isti berpesan agar setiap mahasiswa menikmati proses yang dijalani.
Ia meyakini setiap tahapan pendidikan selalu memberikan pelajaran berharga, baik secara akademik maupun personal. Isti juga berharap lulusan UGM ke depan tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta kepedulian terhadap masyarakat luas.
“Semoga ilmu yang didapat bisa benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak positif, di mana pun kita berada dan berkarya,” harap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News