Mimpi itu terwujud karena kini ia resmi menjadi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) program studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan. Dia masuk UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Ririn percaya pendidikan tinggi dapat mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik. Meskipun pada awalnya sang ayah menentang keinginannya berkuliah.
Namun, dengan tekad kuat, ia berusaha menyakinkannya. Ia percaya bila sudah rezeki, pasti ada jalan menempuhnya.
“Saya ingin melanjutkan mengubah nasib keluarga yang sebelumnya cuma jadi pekerja seperti itu, melebihi pekerjaan orang tua saya,” kata Ririn di kediamannya di Terbah, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, dikutip dari laman ugm.ac.id, Rabu, 17 Juni 2026.
Ayahnya, Sutiono, 50, hanyalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak pasti. Sebab, proyek bangunan yang dikerjakan tidak selalu ada.
Terkadang, Sutiono terpaksa menganggur untuk menunggu pekerjaan baru, sehingga sempat tidak memiliki penghasilan sama sekali dan harus bergantung pada bantuan sosial. Sementara ibunya, Nur, 47, merupakan seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari sang suami untuk memenuhi kebutuhan ketiga anaknya setiap hari.
Sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, Ririn sudah memiliki prestasi di bidang akademik dan non-akademik. Ririn kecil merupakan anak pintar dan berprestasi.
Baca Juga :
Anak Buruh Tani Ini Berhasil Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM, Ibu Jual Cincin Demi Biaya Sekolah

Mahasiswa baru UGM Ririn Dwi Nurtyani dan ibunya, Nur. DOK UGM
Dia kerap menjadi juara kelas di sekolahnya dan menginjak masa SMA, Ririn menjadi bagian dari tim marching band SMAN 1 Wates. Ririn turut mengantarkan sekolahnya menjadi Juara 1 di tingkat Provinsi.
Dengan berbagai prestasi yang diraih tersebut, Nur mendukung penuh cita-cita Ririn melanjutkan studi yang lebih tinggi. “Saya selalu mendukung Ririn untuk mewujudkan cita-citanya,” kata dia.
Nur makin senang karena Ririn juga mendapatkan Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) nol. Sehingga, dapat berkuliah gratis di UGM.
“Saya merasa senang banget, karena biaya kuliah saya bisa terpotong 100 persen dan tidak membayar UKT sepeser pun, sehingga kebutuhan lain juga bisa dipenuhi dengan tidak membayar UKT tersebut,” kata Ririn.
Ririn mengaku memilih jurusan S1 Ilmu dan Industri Perternakan karena kecintaannya pada hewan peliharaan, terutama hewan-hewan ternak. Di rumah, ia bersama kedua orang tua merawat ayam, bebek, dan burung sebagai hobi.
Kesehariannya tersebut mendorong tumbuhnya minat dalam mengembangkan peternakan di kemudian hari. “Saya menyukai hewan, terutama hewan-hewan ternak seperti ayam, bebek, dan sapi, sehingga punya minat dalam mengembangkan peternakan di kemudian hari,” ungkap dia.
Pilihan program studinya tersebut juga disambut hangat oleh sang ibu. Dia paham betul Ririn sangat senang merawat hewan ternak.
Nur masih tidak menyangka Ririn dapat berkuliah gratis di UGM. Namun, dia yakin Ririn bakal rajin belajar dan tidak membuang waktu selama kuliah karena sejak kecil, Nur selalu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan kepada Ririn.
Dia juga mengingatkan Ririn agar selalu berbuat baik kepada orang tua, saudara, dan teman-temannya. "Mudah-mudahan besok Ririn bisa bersekolah lebih tinggi daripada orang tuanya. Agar Ririn bisa mengangkat derajat orang tua biar lebih baik dari penghasilan atau dari kehidupannya lebih baik,” harap Nur.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda