President University mengukuhkan Prof. Dr. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. sebagai guru  besar. Foto: President University
President University mengukuhkan Prof. Dr. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. sebagai guru besar. Foto: President University

CV-nya Bikin Insecure! Ini Profil Jhanghiz Syahrivar, Guru Besar Termuda se-Jawa Barat dan Banten

Citra Larasati • 03 Mei 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • President University mengukuhkan Prof. Dr. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Guru Besar pada 21 April 2026.
  • Jhanghiz kini memegang gelar sebagai Guru Besar termuda di Jawa Barat dan Banten.
  • Jhanghiz merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang lulus doktor di Corvinus University of Budapest dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun.
Jakarta: President University kembali mencetak sejarah! Setelah 25 tahun konsisten melahirkan calon pemimpin masa depan yang kompetitif secara global. Kampus ini mengukuhkan Prof. Dr. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Guru Besar pada 21 April 2026.
 
Momen ini terasa sangat spesial karena Jhanghiz bukanlah sosok asing. Ia merupakan alumnus President University angkatan 2005.
 
Pencapaian ini menjadi bukti nyata kesuksesan ekosistem pendidikan kampus dalam mencetak mahasiswanya hingga menyentuh level karier akademik tertinggi. Kerennya lagi, Jhanghiz kini resmi memegang gelar sebagai Guru Besar termuda di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV yang menaungi Jawa Barat dan Banten.

Tentu saja, rekam jejak akademisnya tidak main-main. Ia menamatkan pendidikan S1 di President University dengan predikat cum laude, lanjut S2 di Universitas Tarumanagara (magna cum laude), hingga sukses menembus S3 di Corvinus University of Budapest lewat beasiswa Stipendium Hungaricum (summa cum laude).
 
Bahkan, ia mencatatkan rekor sebagai mahasiswa Indonesia pertama yang lulus program doktor di kampus bergengsi Hungaria tersebut dalam kurun waktu kurang dari empat tahun.
 
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengapresiasi tinggi dedikasi tersebut. Menurutnya, meraih titel Guru Besar di usia muda adalah sebuah anomali yang luar biasa. “Dari sekitar 333 ribu dosen di Indonesia, hanya sekitar 12 ribu yang berhasil menjadi Guru Besar, atau sekitar 3 persen saja. Ini menunjukkan bahwa pencapaian ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Kritik Tajam soal Praktik 'Greenwashing'

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Jhanghiz membedah ilmu pemasaran dengan sudut pandang yang fresh dan kritis. Ia menolak gagasan yang mereduksi marketing sekadar sebagai mesin pencetak uang.
 
Baginya, pemasaran punya andil besar dalam membentuk tradisi, nilai, hingga tanggung jawab moral di tengah masyarakat. “Melalui mekanisme pasar, beban moral didistribusikan, makna sosial diproduksi, dan relasi kuasa dilembagakan dalam bentuk yang sering kali tampak wajar,” jelasnya.
 
Ia pun menantang para akademisi Gen Z dan praktisi bisnis untuk lebih melek terhadap eksploitasi pemasaran. Jhanghiz menyoroti tajam praktik manipulatif seperti greenwashing (klaim palsu ramah lingkungan) serta eksploitasi sentimen sosial dan agama demi meraup untung.
 
Paradigma dunia marketing harus segera di-upgrade, dari yang tadinya cuma fokus "apa yang paling menguntungkan perusahaan", berubah menjadi "apa yang pantas, adil, dan bertanggung jawab secara sosial".
 
Mengingat Indonesia punya kultur religius dan budaya yang kuat, pendekatan etis ini menjadi sangat relevan.
 
“Jika pemasaran diajarkan dan dipraktikkan tanpa keberanian moral, ia akan menjadi disiplin yang efisien tapi hampa. Namun, jika dibangun di atas tanggung jawab sosial dan etika, pemasaran dapat menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam membentuk masa depan bangsa,” tutupnya.
 
Rektor President University, Handa Abidin, S.H., LL.M., Ph.D menilai pengukuhan Prof. Jhanghiz adalah tonggak sejarah bagi institusi yang dipimpinnya. “18 tahun lalu, beliau lulus sebagai mahasiswa President University. Hari ini, beliau kembali ke President University sebagai seorang profesor. Ini membuktikan bahwa President University mampu melahirkan Guru Besar dari alumninya sendiri,” ungkapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan