Content creator Faishal Hikam Ramdan Suhendar. Foto: Dok. pribadi
Content creator Faishal Hikam Ramdan Suhendar. Foto: Dok. pribadi

Stop FOMO! Faishal Hikam Bongkar Makna #KaburAjaDulu

Citra Larasati • 29 September 2026 13:52
Ringkasnya gini..
  • ​Kreator Faishal Hikam sebut tren #KaburAjaDulu bukan ajakan tinggalkan RI, melainkan dorongan keluar zona nyaman.
  • Faishal ingatkan pentingnya kesiapan mental dan finansial sebelum meniti karier atau studi di luar negeri.
  • Korea Selatan jadi tujuan utamanya guna pelajari industri kreatif untuk dibawa pulang sebagai perspektif baru.
Jakarta: Tagar #KaburAjaDulu yang sempat merajai lini masa X (Twitter), TikTok, dan Instagram kerap ditelan mentah-mentah sebagai ajakan antipati untuk meninggalkan Indonesia. Mengoreksi miskonsepsi tersebut, content creator Faishal Hikam Ramdan Suhendar (@ikamm.rs) mengajak generasi muda memaknai ulang tren ini sebagai katalisator untuk berani menembus batas dan keluar dari zona nyaman.

Kreator berusia 21 tahun asal Cianjur yang kini menempuh studi di Yogyakarta ini melihat #KaburAjaDulu sebagai gerbang informasi yang sangat strategis. Lewat percakapan organik dari tren ini, anak muda justru saling bertukar wawasan bernilai tinggi seputar peluang pendidikan, jejaring kerja, dan persiapan hidup lintas negara.

Membaca tagar ini dengan kacamata sempit justru akan menutup akses terhadap faedah utamanya. "Buat saya, tren ini bukan selalu berarti benar benar meninggalkan Indonesia atau membenci negara sendiri. Saya melihatnya sebagai keberanian keluar dari zona nyaman dan mencoba melihat dunia yang lebih luas," ujarnya, Selasam 29 September 2026. 

Bagi Faishal yang kariernya meroket sejak 2022 berkat video keseharian yang tembus 17 juta tayangan, dorongan 'kabur' ini berakar dari ambisi personal untuk berkembang. Ia ingin meresapi langsung ritme dan etos kerja industri kreatif global yang mustahil hanya dipelajari lewat riset daring.

"Saya ingin berkembang bukan hanya sebagai content creator, tetapi juga sebagai individu. Daripada hanya membayangkan bagaimana kehidupan di luar negeri, saya ingin benar benar merasakannya sendiri dan melihat apa yang bisa saya pelajari dari pengalaman itu," katanya.

Korea Selatan kini menduduki peringkat teratas di daftar destinasinya. Ketertarikan yang pupuk sejak 2019 terhadap budaya populer Negeri Ginseng tersebut berevolusi menjadi riset mendalam soal ekosistem produksi konten. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk menjajaki negara lain, karena menurutnya pilihan lokasi harus dikawinkan dengan target edukasi, bukan sekadar FOMO (Fear Of Missing Out).

"Negara tujuan bagi saya bukan sekadar tempat untuk tinggal, tetapi tempat untuk belajar dan mencari pengalaman baru," ucapnya.

Target Faishal terukur dan jelas: membangun kapasitas sebagai kreator bertaraf internasional, memperluas jejaring, serta menaklukkan tantangan bahasa dan budaya baru. Ia menegaskan, pergi mencari ilmu bukan berarti melupakan akar budaya sendiri.

"Saya ingin membawa pulang pengalaman dan perspektif baru, bukan sekadar pergi. Pergi tidak berarti melupakan tempat kita berasal," tuturnya.

Menutup pandangannya, Faishal menyentil realitas keras kehidupan ekspatriat. Berbekal jam terbangnya bertemu orang dari beragam negara, ia mengingatkan bahwa perbedaan budaya, ongkos hidup, dan rasa kesepian adalah tantangan nyata yang wajib dikalkulasi.

"Kabur bukan solusi instan. Kita harus punya persiapan, kemampuan, dan alasan yang jelas sebelum memutuskan," imbuhnya.

Cara Faishal memutarbalikkan tagar viral menjadi diskursus kesiapan mental inilah yang membuat pesan #KaburAjaDulu menjadi lebih bernas. Selama dibarengi dengan mitigasi risiko yang matang, langkah ke luar negeri layak dirayakan sebagai proses pendewasaan generasi kreator Indonesia untuk menaklukkan panggung dunia.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan