Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi. Foto: YouTube
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi. Foto: YouTube

HUT ke-76 PGRI

PGRI: Doa dan Empati untuk 2.000 Guru dan Tendik yang Berpulang Selama Pandemi

Citra Larasati • 27 November 2021 21:09
Jakarta:  Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi menyampaikan belasungkawa, doa sekaligus empatinya kepada sekitar 2.000 guru dan tenaga pendidik telah berpulang selama pandemi covid-19. 
 
"Doa dan empati kami tujukan khususnya para guru, pendidik dan tedik yang telah berpulang baik selama pandemi covid-19 ini.  Tidak kurang dari 2.000 Guru berpulang, semoga diterima di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa." ucap Unifah saat membuka sambutannya di puncak peringatan HUT ke-76 PGRI di Gedung Guru, Jakarta, Sabtu, 27 November 2021.
 
Dalam kesempatan tersebut, Unifah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah, terutama Gugus Covid-19, para tenaga medis, para guru dan masyarakat Indonesia yang telah bersungguh-sungguh bekerja sama mengatasi covid-19.  Sebab karena kolaborasi apik ini, Bangsa Indonesia mendapat apresiasi secara luas atas keberhasilan penanganan covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mohon kiranya kita tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan karena sesungguhnya pandemi belum benar-benar berakhir," seru Unifah.
 
Karena mempertimbangkan pandemi covid-19 pula, maka HUT ke-76 PGRI tahun ini pun digelar secara bauran, selain di Gedung Guru Jakarta, namun juga digelar secara daring oleh seluruh kepengurusan PGRI di daerah.
 
"Terima kasih kepada khususnya PGRI provinsi Jawa Timur dan Pemerintah provinsi Jawa Timur yang sejak awal menyiapkan gelaran resepsi puncak HUT PGRI secara luring dan akan dilaksanakan di Surabaya pada 4 Desember 2021 secara terbatas," ucap Unifah.
 
Baca juga:  Di HUT ke-76 PGRI, Jokowi Tegaskan Komitmen Tuntaskan Satu Juta Guru PPPK
 
Tema peringatan HUT ke-76 PGRI dan HGN tahun 2021 adalah “Bangkit Guruku, Maju Negeriku: Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.  Menurut Unifah, tema ini mengandung makna bahwa peran guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.
 
PGRI memandang bahwa covid-19 telah memberikan makna positif atau sebagai turning point (titik balik) bagi PGRI dengan menjadikan disrupsi teknologi ini sebagai kekuatan untuk mengubah arah dan strategi perjuangan organisasi dalam meningkatkan martabat dan muruah
anggota dan organisasi.
 
"Pandemi melahirkan kegairah baru guru untuk saling belajar," kata Unifah.
 
PGRI selama ini telah memfasilitasi jutaan guru terkoneksi untuk saling belajar dan membelajarkan dalam berbagai kegiatan webinar, workshop sepanjang hari, sepanjang tahun dilakukan secara luas, baik di provinsi, kabupaten/kota hingga cabang ranting. Bahkan ketika akan menghadapi ujian PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
 
Baca juga:  Nadiem Akui Peran PGRI Dalam Melahirkan Generasi Pendidik Unggul dan Tangguh
 
Inovasi teknologi pembelajaran, kata Unifah, telah menjadi bagian dari perbincangan sehari-hari, memperkuat soliditas dan solidaritas, memperjuangakan harkat dan muruah PGRI dengan beragam media yang lebih menarik dan beragam.  Bahkan menurut Unifah, PGRI telah memelopori lahirnya guru era baru di mana belajar dan pelatihan tidak hanya dimonopoli oleh mereka yang ada di perkotaan, tetapi juga akses bagi semua.
 
"Terima kasih kepada Bapak Presiden, Jokowi yang tidak pernah lelah mendengar suara hati kami, mengerti kebutuhan kami dan harapan kami, terutama dalam upaya -upaya penyelesaian berbagai persoalan guru, honorer, dan guru 3 T negeri swasta, termasuk menjadikan guru, dosen, mahasiswa, pelajar untuk diprioritaskan dalam vaksin covid," ucap Unifah.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif