ilustrasi guru mengajar di kelas. Foto:  MI
ilustrasi guru mengajar di kelas. Foto: MI

BKN Ungkap Kendala Rekrutmen PPPK 2019

Pendidikan guru Kebutuhan Guru Guru Honorer
Ilham Pratama Putra • 05 Januari 2021 13:56
Jakarta: Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2019 belum rampung. Sementara pemerintah kembali membuka rekrutmen satu juta guru PPPK pada tahun ini.
 
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengungkapkan apa yang menjadi kendala perekrutan PPPK tahun 2019 itu.  Salah satunya adalah kendala pemberkasan yang dilakukan Badan Kepegawaian di Daerah.
 
"PPPK 2019 yang sampai saat ini baru sebagian kecil bisa diselesaikan, karena pemberkasannya dilakukan Badan Kepegawaian di daerah, bukan oleh calon PPPK yang bersangkutan," kata Bima dalam konferensi pers secara virtual melalui YouTube BKN, Selasa, 5 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, Badan Kepagawaian di daerah memerlukan waktu dalam menginput database penetepan Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil (NIP) PPPK tersebut. Dia menyebut, pada tahun mendatang pihaknya bakal mengubah sistem pemberkasan.
 
Baca juga:  BKN: Kontrak Guru PPPK Tidak Akan Diputus Semena-mena
 
Bima mengacu pada sistem pemberkasan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Yakni para peserta akan diminta melakukan pemberkasan mandiri secara daring.
 
"Ke depan mungkin kami akan mencoba mengubah sistemnya dengan lebih cepat. Misalnya saja dengan peserta PPPK yang akan mengisi berkas-berkasnya sendiri seperti CPNS 2019 sehingga tidak ada keterlambatan penerbitan NIP PPPK," sambung dia.
 
Dia berharap, perekrutan PPPK pada 2021 ini tidak mengalami kendala yang sama ketika 2019 lalu. Sehingga perekrutan satu juta guru honorer itu dapat berjalan lancar.
 
"2021 ini kami akan mencoba memperbaiki sistem NIP satu juta guru itu, agar tidak akan mengalami kendala yang berarti. Karena satu juta guru ini jumlah yang besar sehingga kalau kami tidak mengubah sistemnya akan terjadi pelambatan yang luar biasa," tutup Bima.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif