Wakil Ketua UKM PPG Kemendikbudristek, Subanji. DOK Kemenag
Wakil Ketua UKM PPG Kemendikbudristek, Subanji. DOK Kemenag

Rata-Rata Kelulusan Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa PPG Kemenag Naik Jadi 80%

Renatha Swasty • 02 Desember 2022 17:38
Jakarta: Wakil Ketua UKM PPG Kemendikbudristek, Subanji, mengungkapkan nilai rata-rata kelulusan nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Guru (UKM PPG) untuk angkatan II mencapai 80,02 persen. Hasil ini naik dibandingkan dengan rata-rata kelulusan angkatan I yang hanya 74,77 persen.
 
“Rata-rata kelulusan nasional UKM PPG dalam Jabatan Mapel Agama Angkatan II di Kementerian Agama bagi firstaker dan retaker, mencapai 80,02 persen. Nilai rata-rata kelulusan tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan Angkatan I yang hanya 74,77 persen,” kata Subanji saat memberikan paparan pada Rapat Koordinasi Pasca Pelaksanaan Sertifikasi Guru Madrasah Angkatan II dikutip dari laman kemenag.go.id, Jumat, 2 Desember 2022.
 
Subanji memaparkan kelulusan untuk firstaker juga meningkat 3,32 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya dari 81,40 persen menjadi 84,72 persen. Subanji menyebut mahasiswa retaker yang mengalami peningkatan kelulusan signifikan sebesar 12.48 persen.
Rata-rata kelulusan Angkatan I 52,60 persen. Sementara itu, Angkatan II mencapai 65,08 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hasil tersebut tentu menjadi capaian yang membanggakan bagi guru binaan Kementerian Agama,” tutur dia.
 
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zain, berharap lulusan PPG dalam Jabatan menjadi pendidik profesional berintegritas, expert pada bidangnya, memiliki digital mindset, serta memiliki paham keagamaan dan kebangsaan yang moderat.
 
Zain mengatakan saat ini kita dihadapkan pada generasi Z dan generasi alpha yang sangat kritis terhadap pengetahuan dan lebih akrab dengan teknologi. Karakteristik peserta didik seperti itu tentu menuntut guru memiliki pengetahuan banyak tentang perkembangan peserta didik, pedagogik, penguasaan advanced material, penguasaan teknologi tingkat tinggi, dan memiliki karakter spiritual, moderat, toleran, kecekatan, pola pikir berkembang (growth mindset), dan adaptif sebagai cermin kompetensi guru abad 21.
 
"Apabila guru tidak adaptif dan tidak dapat mencerminkan kompetensi guru abad 21, maka dikhawatirkan akan terjadi gap generation yang akan menyebabkan gagalnya proses pendidikan," tutur dia.
 
Zain juga mengingatkan kepada seluruh pimpinan LPTK untuk bersiap menyelenggarakan PPG Pra Jabatan. Hal tersebut harus dipersiapkan dengan baik mengingat guru-guru yang akan pensiun harus segera digantikan oleh new teacher yang berkarakter MODIIS (Moderat, Inovatif, Inspiratif).
 
"Menyikapi perkembangan abad 21 yang sangat luar biasa, kita membutuhkan guru yang berkarakter MODIIS (Moderat, Inovatif, Inspiratif). Guru MODIIS adalah guru yang memiliki kecakapan sikap moderat dalam beragama, selalu berinovasi dan menjadi inspirasi dalam mentransformasi segala bentuk ide dan pemikiran pada tindakan nyata di lingkungan madrasah," tegas Zain.
 
Sekretaris Panitia Nasional PPG Kementerian Agama, Mustofa Fahmi, bersyukur dengan capaian LPTK dalam meluluskan UKM PPG dalam jabatan. Namun, ia juga menekankan LPTK untuk terus adaptif terhadap perkembangan kebijakan terkini.
 
Mustofa menyebut semua pihak patut berbangga terhadap capaian kelulusan UKM PPG dalam Jabatan Mapel Agama, baik firstaker dan retaker yang mencapai 80,02 persen. Bahkan, kelulusan UKMPPG guru madrasah mapel umum mencapai 87,49 persen.  
 
“Namun, saat ini kita tidak boleh hanya berkutat pada PPG dalam Jabatan, mengingat perangkat regulasi terkait pendidikan profesi guru terus berkembang, khususnya PPG Pra Jabatan," tutur dia.
 
Saat ini, kata Fahmi, perangkat regulasi mengenai PPG Pra Jabatan sudah difinalisasi. Kemenag sedang melakukan pembentukan tim transformasi PPG Pra Jabatan sekaligus menyusun anggaran untuk penentuan kuota peserta. Dia menjelaskan PPG Pra Jabatan merupakan kesempatan yang baik bagi freshgraduate yang ingin berkontribusi langsung pada kemajuan pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan di Madrasah.
 
Regulasi mengenai PPG dalam Jabatan juga terus berkembang. Fahmi menjelaskan berdasarkan Permendikbudristekdikti Nomor 54 Tahun 2022 tentang Tata Cara Memperoleh Sertifikat Pendidik bagi Guru Dalam Jabatan.
 
Ada empat kategori guru dalam jabatan yang dapat mengikuti sertifikasi, yakni: guru dengan TMT di bawah Tahun 2015, guru dengan TMT di atas Tahun 2016 (masa kerja minimal tiga tahun), Guru lulusan guru penggerak, dan guru eks-PLPG Tahun 2016-2017.
 
"Dengan berbagai dinamika perkembangan PPG, baik Dalam Jabatan maupun Pra Jabatan tersebut, tentu menjadi keniscayaan bagi kita semua khususnya di LPTK untuk tidak berhenti berinovasi demi peningkatan kualitas lulusan PPG," kata Fahmi.
 
Baca juga: Kemenag Ajak 9 Rektor Bangun Konsep Bela Negara Dosen dan Mahasiswa

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif