Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah

Guru Swasta Dinilai Ancam Peluang Guru Honorer dalam Seleksi PPPK

Pendidikan Guru Guru Honorer Sekolah Swasta Guru PPPK Seleksi PPPK Guru PPPK Kemendikbud Guru Swasta
Ilham Pratama Putra • 18 Oktober 2021 15:03
Jakarta: Guru tetap dari sekolah swasta dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini dinilai dapat menjadi ancaman bagi guru honorer yang sejatinya menjadi target dari rekrutmen guru PPPK.
 
Ketua Forum Kepala Sekolah SMP Swasta DKI Jakarta, Maringan Tampubolon mengatakan guru tetap milik yayasan swasta sudah pasti memiliki sertifikat pendidik. Dengan begitu, mereka akan mendapat keunggulan dari sisi afirmasi yang diberikan pemerintah dalam seleksi PPPK guru.
 
"Potensi guru tetap yayasan diterima itu lebih tinggi dari pada yang lain. Karena ada perhitungan skor. Kan kalau bersertifikat skornya tambah 100. Usia 50, punya pengalaman kerja tambah lagi," kata Maringan kepada Medcom.id, Senin, 18 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara guru honorer, kata dia, masih banyak yang belum tersertifikasi. Akhirnya, sasaran seleksi PPPK guru jadi melenceng dari tujuan sebenarnya.
 
"Kan harusnya yang diangkat guru honorer untuk kesejahteraannya. Yang memang selama ini guru honorer yang mengisi sekolah negeri. Tapi ini yang ambil kesempatan itu malah guru tetap yayasan," lanjut dia.
 
Baca: 'Negeri Minded', Rekrutmen PPPK Guru Dinilai Bikin Sekolah Swasta 'Buntung'
 
Maringan mengaku mendapat keluhan dari guru honorer yang mengaku khawatir dengan keberadaan guru tetap swasta dalam seleksi PPPK guru. Guru honorer menilai peluang lolos akan semakin kecil.
 
"Mereka (guru honorer) sendiri keberatan terancam dengan keberadaan guru swasta ini. Karena kan berarti kans guru swasta lebih tinggi, karena kan dari skornya mereka sudah lebih tinggi. Ada sertifikatnya, ada inpassing-nya, ada pengalamannya," tutur dia.
 
Seperti diberitakan kanal Pendidikan Medcom.id, Sebagian besar Kepala sekolah dan Yayasan pendidikan swasta mengeluh karena sebagian guru-gurunya nya yang sudah "matang" sebagai guru akan meninggalkan sekolah swasta karena akan menjadi guru Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
 
Sekolah swasta dengan segala upaya telah membina juga memberikan pelatihan kepada guru-guru tersebut agar memiliki kompetensi yang layak dan profesional. Bahkan sebagian besar dari guru-guru di sekolah swasta tersebut sudah tersertifikasi.
 
"Tapi apa lacur pemerintah telah merekrut mereka yang sudah "matang" itu kini direkrut menjadi ASN," sesal Pengamat dari Komnas Pendidikan, Andreas Tambah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 15 Oktober 2021.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif