Dirjen GTK, Kemendikbud, Iwan Syahril. Foto: Zoom
Dirjen GTK, Kemendikbud, Iwan Syahril. Foto: Zoom

Kinerja Guru PPPK Jadi Pertimbangan Penting Saat Melamar CPNS

Pendidikan guru Kebutuhan Guru Guru Honorer
Ilham Pratama Putra • 05 Januari 2021 17:08
Jakarta: Guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) didorong untuk mengikuti seleksi satu juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebab nantinya, kinerja guru saat menjadi PPPK dapat menjadi pertimbangan penting saat yang bersangkutan ikut dalam tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
 
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril mengatakan, jika kinerja guru PPPK dapat menjadi nilai tambah saat yang bersangkutan ikut dalam tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
 
"Nantinya kinerja yang baik sebagai guru PPPK dapat menjadi pertimbangan penting ketika guru PPPK tersebut ingin melamar menjadi CPNS. Komitmen dari Kemendikbud adalah terus memperjuangkan agar para guru mendapat kesempatan memperjelas status dan meningkatkan kesejahteraannya," kata Iwan dalam Taklimat Media Awal Tahun, Selasa, 5 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menegaskan, bahwa formasi untuk rekrutmen guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di masa mendatang akan tetap ada. Di mana skema tersebut akan berjalan beriringan dengan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
 
"Saya luruskan dan tegaskan lagi bahwa formasi CPNS guru tetap akan ada, kebijakan formasi guru CPNS ini akan berjalan dengan saling melengkapi," jelas Iwan.
 
Baca juga:  Nadiem: CPNS Guru Akan Tetap Ada
 
Adapun, target kuota perekrutan guru PPPK pada 2021 ini adalah sampai satu juta guru. Dengan begitu dia berharap para guru honorer dapat segera memenuhi kekosongan guru di berbagai daerah yang membutuhkan.
 
"Dengan skema formasi guru tahun 2021, fokus kita adalah untuk perekrutan sampai dengan satu juta formasi guru di jalur PPPK, kita berharap dengan formasi ini bisa langsung untuk memenuhi supply dan demand kebutuhan guru yang memang perlu segera kita benahi," terang Iwan.
 
Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga dilibatkan dalam pemetaan kebutuhan formasi guru di setiap daerah.
 
"Kita telah melakukan dialog dengan pemda di seluruh provinsi," pungkasnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif