Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.

Insentif Guru Madrasah Non PNS Segera Cair, Ini Kriteria Penerimanya

Pendidikan kementerian agama Guru Tunjangan Guru Madrasah
Arga sumantri • 27 September 2021 21:19
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan insentif guru madrasah non Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara cari secara bertahap. Proses pencairan insentif tersebut sudah memasuki tahap akhir.
 
Yaqut mengatakan, surat perintah pembayaran dana sudah terbit. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) akan segera menyalurkan anggaran yang sudah teralokasi di Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKAKL) Kementerian Agama ke rekening bank penyalur insentif guru madrasah bukan PNS.
 
"Kami perkirakan, semoga akhir September atau awal Oktober 2021, dana ini sudah bisa masuk ke rekening guru bukan PNS penerima insentif," kata Yaqut dalam keterangannya, dikutip Senin, 27 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, insentif ini diberikan kepada guru bukan PNS pada Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Insentif ini bertujuan memotivasi guru bukan PNS untuk lebih berkinerja dalam meningkatkan mutu pendidikan. 
 
Dengan begitu, kata dia, diharapkan terjadi peningkatan kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik di RA dan Madrasah.
 
Baca: PGRI Minta Aturan Rekrutmen PPPK Guru dan Passing Grade Direvisi
 
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M Ali Ramdhani menambahkan, insentif akan diberikan kepada guru yang memenuhi kriteria. Total kuota yang ada, telah dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah guru setiap provinsi. Jawa Timur menjadi provinsi dengan kuota terbanyak, karena jumlah guru madrasah bukan PNS juga paling banyak.
 
Sebelumnya, terang dia, anggaran insentif guru ada di daerah. Untuk 2021, pencairan insentif dilakukan secara terpusat, melalui anggaran Ditjen Pendidikan Islam.
 
"Tunjangan insentif bagi guru bukan PNS pada RA/Madrasah disalurkan kepada guru yang berhak menerimanya secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan," lanjutnya.
 
 

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan M Zain menambahkan, karena keterbatasan anggaran, insentif hanya diberikan kepada guru madrasah bukan PNS yang memenuhi kriteria dan sesuai dengan ketersediaan kuota masing-masing provinsi. 
 
Adapun kriterianya sebagai berikut: 
 
1. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama); 
 
2. Belum lulus sertifikasi;
 
3. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK); 
 
4. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama; 
 
5. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, yaitu guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah, Kepala Madrasah Negeri dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat 2 tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru.
 
Diprioritaskan bagi guru yang masa pengabdiannya lebih lama dan ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Lama Mengabdi.
 
6. Memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV; 
 
7. Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya;
 
8. Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama. 
 
9. Belum usia pensiun (60 tahun).  "Ini akan diprioritaskan bagi guru yang usianya lebih tua," sebut M Zain.
 
10. Tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah. 
 
11. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah. 
 
12. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif.
 
13. Guru yang dinyatakan layak bayar oleh Simpatika. Ini akan dibuktikan dengan Surat Keterangan Layak Bayar.
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif