Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

Fokus Merekrut Guru PPPK Bikin Mahasiswa LPTK 'Lemas'

Pendidikan guru Kebutuhan Guru Guru Honorer
Ilham Pratama Putra • 13 Januari 2021 17:22
Jakarta:  Pemerintah menegaskan akan berfokus pada perekrutan guru melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini. Hal itu membuat seleksi untuk guru berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di 2021 tertunda.
 
Padahal, para calon guru utamanya lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sangat berharap dapat menjadi guru berstatus PNS. Terlebih mahasiswa yang kini sedang menempuh perkuliahan di kampus 'pabrik guru' tersebut.
 
Fokus pemerintah pada PPPK ini dinilai memiliki dampak negatif. Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim menyebut, hal tersebut bisa menurunkan semangat mahasiswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ini akan berdampak pada motivasi belajar, mau jadi apa saat CPNS 'dihapus'. Apalagi syarat guru menurut UU Guru dan Dosen itu bukan S.PD (Sarjana Pendidikan) tetapi S1 atau D4, kompetisinya makin tinggi," kata Satriwan dalam Diskusi Publik bertema 'Nasib Guru Indonesia' yang digelar secara daring, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Terlebih, kata Satriwan, mahasiswa yang mengambil program studi pendidikan sebagian besar sangat menginginkan menjadi PNS dan bukan PPPK.
 
"Jadi ketika pemerintah berkata akan berfokus pada perekrutan PPPK, bagaimana nasib dengan para calon lulusan guru nanti," sambung dia.
 
Baca juga:  3 Masalah Utama yang Mengganjal Kesejahteraan Guru
 
Satriwan mengungkap, setiap tahunnya sekitar 250 ribu mahasiswa pendidikan lulus dari kampus LPTK. Namun tahun ini, kesempatan untuk menjadi PNS ditutup oleh negara.
 
"Tidak salah seorang mahasiswa pendidikan memiliki cita-cita sederhana menjadi guru PNS, tidak menjadi Mendikbud atau komisaris BUMN, hanya menjadi guru PNS, salah enggak cita-cita tersebut? Orang tua menjual sawah agar anaknya bisa kuliah di LPTK. sederhana sekali, tapi impian ini ditutup kesempatannya oleh negara," pungkasnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif