Semiloka “Truth Based Leadership: Strategi Mengembangkan Kewirausahaan Sosial”. DOK UKDW
Semiloka “Truth Based Leadership: Strategi Mengembangkan Kewirausahaan Sosial”. DOK UKDW

UKDW Kembangkan Kewirausahaan Sosial Inklusif Lewat Semiloka

Renatha Swasty • 11 Agustus 2022 20:43
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat kelompok rentan, seperti perempuan dan penyandang disabilitas membuka usaha-usaha kecil skala rumahan dan memasarkan melalui media online. Upaya ini dilakukan untuk menggantikan pemasukan yang terganggu akibat pandemi sekaligus menyisihkan keuntungan sebagai bantuan bagi sesama yang sangat terdampak pandemi.
 
Akses terhadap modal kerja, kualitas produk, dan keberlanjutan usaha menjadi tantangan pengembangan usaha kelompok rentan. Sehingga membangun kepercayaan sebagai pelaku usaha maupun membangun kepercayaan pasar terhadap hasil usaha mereka.
 
Magister Manajemen Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dan Perkumpulan OHANA Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan semiloka “Truth Based Leadership: Strategi Mengembangkan Kewirausahaan Sosial”. Kegiatan sebagai rangkaian program pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan dalam mengembangkan wirausaha sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peserta yang hadir bersifat inklusif. Sebab terdiri atas pelaku wirausaha sosial, pendukung pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dosen UKDW, serta mahasiswa.
 
Dosen Mata Kuliah Humaniora Endah Setyowati menyebut kegiatan ini menawarkan pendekatan membangun kepercayaan sebagai landasan bagi pribadi dan organisasi untuk menemukan gagasan dan aktivitas operasional usaha sosial agar berkelanjutan.
 
Adapun narasumber semiloka ialah konsultan, pembicara internasional, dan coach terakreditasi bidang kepemimpinan/manajemen/pendidikan/filantropi,  Tya Adhitama. Peserta terdiri atas mahasiswa dan dosen Magister Manajemen Fakultas Bisnis UKDW, Kelompok Perempuan Lintasan Iman (SRILI Bakoelan), Tali Rasa-kelompok usaha dampingan Fakultas Bisnis UKDW, Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa, kelompok usaha perempuan dengan disabilitas yang menjadi dampingan Perkumpulan OHANA, serta para peminat atau pengamat masalah kewirausahaan sosial.
 
Setelah membahas perbedaan dan pentingnya kepemimpinan transaksional vs transformasional saat mengembangkan bisnis, Tya membagi peserta menjadi 5 kelompok kerja yang kemudian mempresentasikan hasil kerjanya. Dalam semiloka ini juga dipamerkan produk-produk hasil binaan sejumlah koperasi di Yogyakarta.  
 
“Karena adanya PPKM, kami hanya bisa menerima 40 pendaftar. Meski yang berminat untuk hadir lebih dari itu,” kata Endah dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Anggota SRILI Bakoelan Yohanna Silviani Eka mengatakan pelatihan seperti meng-install ulang pola pikir sebagai pengusaha yang harus memahami cara berpikir transaksional dan transformatif, belajar menemukan akar masalah dan penyelesaiannya.
 
Baca juga: Kembangkan Bisnis Florist, Mahasiswa UKDW Raih Hibah P2MW

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif