"Wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pertemuan antara perjuangan mahasiswa, pengorbanan orang tua, dan pertolongan Allah yang akhirnya berbuah gelar," kata Rektor UMI, Hambali Thalib, dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.
Hambali mengatakan UMI tidak hanya mencetak Sarjana, tetapi juga memperkuat Pendidikan Profesi dan Pascasarjana sebagai pusat keunggulan ilmu. Pada periode ini, UMI meluluskan 2.030 Sarjana (S1), 545 lulusan Pendidikan Profesi, 372 Magister, 66 Doktor, dan 11 Diploma III (D3).
"Angka itu bukan sekadar statistik, tetapi penanda bahwa UMI sedang melahirkan ribuan agen perubahan dan pemimpin masa depan negeri," ujar dia.
Dalam pidatonya, Hambali menyinggung kekuatan kelembagaan UMI. Hingga saat ini, UMI memiliki 142.995 alumni dan 117 guru besar.
Angka ini menempatkan UMI sebagai perguruan tinggi swasta dengan guru besar terbanyak di Indonesia. UMI juga sebagai kampus pertama, baik negeri maupun swasta di luar Pulau Jawa, yang meraih akreditasi Unggul.
Selain itu, UMI saat ini memiliki 67 program studi pada berbagai jenjang, dengan sekitar 50 persen terakreditasi Unggul dan A. Hambali menegaskan UMI akan terus memperluas pengembangan akademiknya.
Beberapa capaian terbaru antara lain pembukaan Program Magister Teknik Industri yang pertama di Indonesia Timur, pembukaan Program Magister Kenotariatan di perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia Timur, serta pengembangan sejumlah program baru seperti Pendidikan Profesi Guru Agama, Doktor Teknik Kimia atau Rekayasa Kimia, Doktor Teknik Sipil, hingga rencana pembukaan Magister Biomedik dan sejumlah program spesialis di Fakultas Kedokteran.
Pada level nasional dan global, UMI juga menegaskan posisinya sebagai kampus yang terus bertumbuh. UMI memiliki 16 mahasiswa asing yang tersebar pada 12 program studi, termasuk mahasiswa dari Palestina di Fakultas Kedokteran, serta seorang mahasiswa dari Aljazair yang menyelesaikan studi Doktor Ilmu Hukum pada hari pertama wisuda.
UMI juga tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa yang memperoleh kesempatan menyelenggarakan Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang. Sebanyak 35 calon mahasiswa internasional telah mendaftar dari berbagai negara.
Hambali juga menyampaikan capaian UMI dalam berbagai pemeringkatan tahun 2026. UMI tercatat berada pada peringkat 66 nasional versi Webometrics dan menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di kawasan timur Indonesia, peringkat 114 nasional dan 2.999 Asia versi EduRank, serta peringkat 73 nasional versi UniRanks.
UMI meraih 85 judul nasional Program Bantuan Insentif Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, terdiri atas 54 penelitian dan 31 pengabdian kepada masyarakat. Hambali menegaskan capaian itu menujukkan riset dosen UMI tidak berhenti pada publikasi, tetapi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Hambali menitipkan pesan moral yang kuat kepada para wisudawan agar tidak hanya pulang membawa toga dan ijazah, tetapi juga rasa hormat yang lebih besar kepada orang tua. Ia menegaskan keberhasilan akademik tidak pernah lebih mulia ketimbang perjuangan ayah dan ibu yang diam-diam membangun jalan hidup anak-anaknya.
Dia juga menegaskan UMI akan terus membuka akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat melalui berbagai skema beasiswa. Hal itu sebagai wujud komitmen bahwa kampus yang hebat adalah kampus yang tidak membiarkan keadaan mematikan harapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News