Penandatanganan kerja sama UKDW dengan IAIS.. Foto: Humas UKDW.
Penandatanganan kerja sama UKDW dengan IAIS.. Foto: Humas UKDW.

UKDW Perkuat Kerja Sama dengan IAIS

Arga sumantri • 25 Januari 2022 16:02
Yogyakarta: Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta memperkuat kerja sama dengan Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS). Ini merupakan organisasi kecerdasan buatan Indonesia yang anggotanya berasal dari kalangan akademisi, periset, korporasi, bahkan individu. 
 
Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKDW meneken perjanjian kerja sama konsorsium dengan IAIS, Fakultas Teknik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Bina Nusantara, Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi Swiss German University. Serta. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
 
Penandatanganan perjanjian kerja sama konsorsium ini dilakukan secara daring pada hari Senin, 24 Januari 2022. Para pihak sepakat untuk mengadakan program kerjasama yang dilakukan menggunakan platform IAIS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerja sama meliputi kegiatan promosi universitas dan dosen melalui kegiatan meeting, seminar, pelatihan, dan kursus, link and match antara talenta, industri, dan universitas, pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi, serta penelitian, publikasi, dan bimbingan bersama.
 
Ketua IAIS Lukas menyampaikan kemajuan teknologi saat ini berasal dari AI. Bidang cabang ilmu komputer ini memetakan kecerdasan manusia pada mesin. 
 
"Perjanjian kerja sama ini sebagai bentuk kesadaran dan keterbukaan bahwa untuk memajukan pengembangan AI tidak bisa dilakukan sendiri," ujar Lukas mengutip siaran pers UKDW, Selasa, 25 Januari 2022.
 
Baca: Selamat! 480 Peserta Raih Beasiswa OSC Medcom.id 2021
 
Ia menerangkan dalam konsorsium ini akan ada banyak program yang baik. Tentunya, membutuhkan dukungan dari pihak-pihak yang potensial supaya AI yang dikerjakan berguna bagi masyarakat luas, khususnya untuk pengembangan riset dan kemajuan Indonesia. 
 
"IAIS juga terlibat dalam penyusunan Dokumen Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial yang diluncurkan dua tahun lalu, sehingga saat ini kita berada dalam koridor yang sama untuk pembangunan Indonesia," terangnya.
 
Sementara itu, Dekan FTI UKDW Restyandito merasa sangat antusias dengan kerja sama konsorsium ini dan siap berkolaborasi dalam penyelenggaraan program-program yang telah disepakati. Ia menekankan, AI adalah kunci di era industri 4.0 ini.
 
"Oleh karena itu kami berharap kerja sama ini adalah salah satu langkah yang bisa kita ambil untuk menyiapkan diri dalam menghadapi era industri 4.0 ini," ungkap Restyandito.
 
Ia mengaku bersemangat karena anggota kosorsium ini berasal dari berbagai disiplin ilmu. Ia berharap ada lebih banyak pihak yang bergabung dalam konsorsium ini. 
 
"Karena AI akan berdampak di segala aspek kehidupan. Semoga melalui konsorsium ini, kita bisa berbagi sumber daya dan pengetahuan untuk kemajuan kita bersama," kata Restyandito.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif