Hal itu mendorong Daigo Tanu Saputra, alumni Visual Communication Design Universitas Ciputra, menghadirkan permainan UNO dengan inovasi baru yang diberi nama Yucca Card. Permainan kartu ini mengintegrasikan kode warna internasional untuk membantu pemain mengenali warna sekaligus mempelajarinya.
Yucca Card dikembangkan dengan menempatkan kode warna di bagian kanan atas kartu. Kode ini menjadi penanda tambahan bagi pemain yang mengalami keterbatasan dalam membedakan warna, sehingga mereka dapat lebih mudah mengenali warna kartu saat permainan berlangsung.
Daigo menyebut ide tersebut berangkat dari keinginannya menghadirkan karya yang lebih inklusif bagi teman-teman dengan buta warna. Inovasi ini juga menjadi bentuk perhatian terhadap Hari Kesadaran Buta Warna Internasional yang diperingati pada September.
“Yucca Card kami buat sebagai hadiah bagi teman-teman yang memiliki keterbatasan buta warna, baik parsial maupun total. Kami ingin menghadirkan permainan yang bisa dinikmati bersama, sekaligus memberikan pengalaman baru melalui pengenalan kode warna internasional,” ujar Daigo dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.
Berbeda dari permainan kartu yang hanya mengandalkan warna sebagai penanda visual, Yucca Card menghadirkan pendekatan desain yang memberikan informasi tambahan kepada pemain. Sehingga, kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran untuk mengenal kode warna internasional melalui aktivitas bermain.
Andriarso Prabowo, pemain dengan buta warna parsial, merasakan manfaat dari inovasi itu. Kode yang ditempatkan di bagian kanan atas kartu membuat informasi warna terasa lebih jelas dan mudah dikenali ketika bermain.
Pengembangan Yucca Card. DOK Universitas Ciputra
“Menurut saya, ini keren karena kode warnanya lebih jelas dan lengkap. Letaknya di kanan atas kartu, jadi sangat membantu saya mengenali warna saat bermain. Di sisi lain, saya juga bisa belajar mengenal kode warna internasional,” kata Andriarso.
Pengembangan Yucca Card tidak berhenti pada aspek aksesibilitas. Permainan ini juga menghadirkan keterampilan karakter dan kartu aksi dengan kemampuan khusus yang menambah variasi strategi bagi para pemain.
Dalam materi permainan Yucca Card, terdapat karakter dengan kemampuan berbeda, seperti Yucca Shielder, Yucca Fighter, Yucca Mage, dan Yucca Archer. Masing-masing memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk memengaruhi jalannya permainan, mulai dari melindungi diri dari serangan kartu lawan hingga memberikan efek tertentu kepada pemain lain.
Karakter dan kemampuan khusus tersebut membuat pemain perlu mempertimbangkan kapan harus menggunakan kartu, bagaimana membaca situasi, serta strategi apa yang tepat untuk menghadapi lawan. Pendekatan ini membuka peluang bagi Yucca Card untuk menjadi media pembelajaran yang menyenangkan.
Melalui permainan, pemain dapat berlatih menyusun strategi, mengambil keputusan, membaca risiko, dan menyesuaikan langkah berdasarkan situasi yang terus berubah. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan cara berpikir strategis yang relevan dalam dunia bisnis.
Dalam proses pengembangannya, Daigo melibatkan Paulina Sirait, mahasiswa Visual Communication Design, sebagai bagian dari tim desain Yucca Card. Keterlibatan ini menunjukkan pendekatan desain dapat digunakan untuk mengembangkan pengalaman bermain yang tidak hanya menarik, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan penggunanya.
Melalui Yucca Card, inovasi permainan kartu diperluas dari sekadar hiburan menjadi pengalaman yang menggabungkan inklusivitas, edukasi, kreativitas, dan strategi. Inisiatif ini sekaligus memperlihatkan desain komunikasi visual dapat menghadirkan solusi melalui produk yang dekat dengan keseharian masyarakat.