Direktur UMN Pictures sekaligus produser Ahasveros, Kemal Hasan memegang Piala Citra. Foto: Humas UMN.
Direktur UMN Pictures sekaligus produser Ahasveros, Kemal Hasan memegang Piala Citra. Foto: Humas UMN.

Ahasveros, Karya UMN Jadi Film Animasi Pendek Terbaik FFI 2021

Pendidikan FFI (Festival Film Indonesia) beasiswa osc FFI 2021
Arga sumantri • 16 November 2021 14:49
Tangerang: UMN Pictures kembali menoreh prestasi melalui film animasi pendek dua dimensi (2D) yang berjudul 'Ahasveros'. Film ini membawa pulang Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2021 untuk kategori 'Film Animasi Pendek Terbaik.
 
Festival ini digelar di Jakarta Convention Center, pada Rabu, 10 November 2021, dihadiri Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Sebelumnya, Ahasveros telah mendapatkan pengumuman masuk nominasi lima besar.
 
Animasi Ahasveros adalah cuplikan singkat kehidupan tragis penyair bohemian Chairil Anwar yang mulai terjerat ketakutan akan kefanaan hidupnya di tengah salah satu periode yang paling meresahkan dalam sejarah Indonesia. Ahasveros merupakan jiwa yang mengutuk dirinya sendiri sebagai pengembara abadi dan mulai melakukan pencarian untuk meninggalkan jejak abadi di tengah dunia yang kian berubah.
 
Film animasi pendek Ahasveros digarap Alumnus UMN Bobby Fernando sebagai Penulis, Sutradara, Animator, dan Editor. Bobby didukung oleh Yenna Mariana sebagai Background Artist, Diva Stevania sebagai pelukis, Dwi Atmoko Adi sebagai 3D modeller, Dira Nararyya sebagai Sound Designer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Telkom University Kembali Ambil Bagian dalam Program Bangkit 2022
 
Kemudian, Elvaretta Tirta sebagai Composer dan Jeremiah Harvest sebagai Chairil Anwar. Riset visual dikerjakan Dosen Sejarah Film UMN, Salima Hakim. Sementara, untuk gaya visual film dikerjakan Dosen Animasi, Yohanes Merci. Film ini juga melibatkan Andrey Andoko sebagai Produser Eksekutif.
 
Gaya dalam film ini terinspirasi oleh film noir yang menggunakan palet warna hitam putih dan juga aspect ratio 4:3 yang tidak eksklusif, namun kerap dikaitkan dengan periode tahun '40-an dalam dunia perfilman. Masing-masing aspek ini sendiri pun tidak Bobby sertakan hanya sebagai keputusan style belaka, melainkan demi kepentingan tematik dan value naratif yang secara inheren dimiliki oleh elemen-elemen tersebut. 
 
Secara sekilas, inilah yang kemungkinan besar akan menjadi ciri khas Ahasveros yang membuatnya terlihat unik dari luar.
 
Sejak 2015 sampai 2021 Film Pendek Animasi UMN selalu hadir dalam daftar nominasi Film Animasi pendek Terbaik di FFI. Kecuali, pada 2017 UMN absen. Tetapi kemenangan baru bisa UMN dapatkan tahun ini setelah 6 tahun sebagai nominator.
 
Kebanggan ini tidak hanya di ajang FFI 2021 dan bukan pencapaian pertama Ahasveros. Sebelumnya, film ini masuk dalam seleksi pada kategori New Directions di Kaboom Animation Festival. Tentunya hal ini membanggakan karena Kaboom Animation Festival adalah Film Festival Animasi hasil gabungan dua festival animasi sebelumnya, yaitu KLIK Amsterdam Animation Festival dan The Holland Animation Film Festival (HAFF) yang mempunyai reputasi sebagai Film Festival Animasi yang bergengsi.
 
Baca: UMN Buka Pendaftaran Mini Bootcamp, Belajar Data Science
 
"Salah satu misi tim ini dalam membuat Ahasveros adalah untuk menciptakan sebuah karya animasi yang memiliki karakter, identitas, dan ide yang kuat, dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa animasi adalah sebuah medium storytelling yang bisa menjadi apapun. Dan Saya pastinya berharap misi tersebut dapat terus diaplikasikan ke karya-karya lain yang dihasilkan oleh perfilman UMN," ujar Bobby dalam keterangannya, Selasa, 16 November 2021.
 
Sementara  Kaprodi FTV UMN Kus Sudarsono mengungkapkan, kemenangan film Ahasveros merupakan kebanggaan bagi Prodi Film UMN yang berkolaborasi dengan alumni UMN, dosen UMN, dan industri dalam bersinergi untuk kemajuan Prodi Film UMN.
 
Direktur UMN Pictures sekaligus produser Ahasveros, Kemal Hasan, menyatakan, tantangan dari pembuatan film animasi pendek yang dibuat hampir satu tahun ini, yaitu bagaimana membuat kisah yang membumi dan bisa hadir sebagai potret yang puitik.
 
"Film ini dibuat dengan passion, karena mengerjakan sesuatu dengan senang akan membuat karya kita maksimal. Saya berharap untuk perfilman UMN kedepannya akan melahirkan kreator-kreator muda yang akan menggantikan generasi sebelumnya dan akan membuat bentuk yang makin kompetitif," tutur Kemal.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif