medcom.id, Jakarta: Ketika pertama kali mendengar ajang balap mobil ngepot alias drift car bakal digagas kembali dengan formula baru, tentu jadi angin segar bagi mereka yang doyan bangun mobil dengan spesifikasi racing. Bahkan tidak segan para penggemar balap ngepot tersebut, rela menghabiskan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah, untuk membangun mobil drift bertenaga besar.
Namun dituturkan oleh Lucky yang merupakan drifter sekaligus empunya event organizer bernama MSlide Project yang bakal menjalankan Achilles Motorsport Festival (AMF) tahun ini, bangun mobil drift itu tak harus bertenaga besar. "Ya kadang-kadang memang seperti itu. Mobil bertenaga besar, sepertinya jadi keharusan bagi mereka yang ingin bangun mobil untuk balap drift," klaim Lucky.
"Padahal tidak seperti itu. Perlu diketahui, bahwa membangun mobil drift, tidak harus punya tenaga gede-gede amat. Apalagi sudah sampai 500 daya kuda ke atas. Sebenarnya perlu juga disesuaikan dengan penggunaan kaki-kaki mobil yang tepat. Kemudian setup kaki-kaki, penggunaan roll bar buat mesin dan lain sebagainya," kisahnya.
Lucky pun memberikan contoh gampangnya, yaitu jika tenaga mobil mampu mencapai 300 dk atau lebih dari itu. Kalau performa kaki-kakinya tak sesuai dan tidak klop dengan kebutuhan tenaga dari mesin, ya akan membuat tenaga mesin terbuang percuma.
"Setup kaki-kaki ini juga berkaitan seberapa menggigit ban ke aspal. Kalau traksi roda terlalu rendah, artinya grip yang hilang besar, maka mobil bukannya nge-drift sesuai dengan kemauan sang drifter. Malah bisa kehilangan kendali dan tergelincir. Jadi grip harus diperhatikan, agar tenaga yang keluar tidak under power dan juga tidak over power," cerita pria ramah itu.
Hal terakhir yang diceritakan oleh Lucky adalah, kenyamanan drifter dengan mobilnya. Artinya drifter harus benar-benar nyaman dengan paket mobil yang Ia tunggangi. Sebab jika tidak, maka akan sulit melakukan drifting dengan maksimal.
medcom.id, Jakarta: Ketika pertama kali mendengar ajang balap mobil
ngepot alias
drift car bakal digagas kembali dengan formula baru, tentu jadi angin segar bagi mereka yang doyan bangun mobil dengan spesifikasi
racing. Bahkan tidak segan para penggemar balap
ngepot tersebut, rela menghabiskan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah, untuk membangun mobil
drift bertenaga besar.
Namun dituturkan oleh Lucky yang merupakan drifter sekaligus empunya
event organizer bernama MSlide Project yang bakal menjalankan Achilles Motorsport Festival (AMF) tahun ini, bangun mobil
drift itu tak harus bertenaga besar. "Ya kadang-kadang memang seperti itu. Mobil bertenaga besar, sepertinya jadi keharusan bagi mereka yang ingin bangun mobil untuk balap
drift," klaim Lucky.
"Padahal tidak seperti itu. Perlu diketahui, bahwa membangun mobil
drift, tidak harus punya tenaga
gede-gede amat. Apalagi sudah sampai 500 daya kuda ke atas. Sebenarnya perlu juga disesuaikan dengan penggunaan kaki-kaki mobil yang tepat. Kemudian setup kaki-kaki, penggunaan roll bar buat mesin dan lain sebagainya," kisahnya.
Lucky pun memberikan contoh gampangnya, yaitu jika tenaga mobil mampu mencapai 300 dk atau lebih dari itu. Kalau performa kaki-kakinya tak sesuai dan tidak klop dengan kebutuhan tenaga dari mesin, ya akan membuat tenaga mesin terbuang percuma.
"Setup kaki-kaki ini juga berkaitan seberapa menggigit ban ke aspal. Kalau traksi roda terlalu rendah, artinya
grip yang hilang besar, maka mobil bukannya nge-
drift sesuai dengan kemauan sang drifter. Malah bisa kehilangan kendali dan tergelincir. Jadi grip harus diperhatikan, agar tenaga yang keluar tidak
under power dan juga tidak
over power," cerita pria ramah itu.
Hal terakhir yang diceritakan oleh Lucky adalah, kenyamanan
drifter dengan mobilnya. Artinya drifter harus benar-benar nyaman dengan paket mobil yang Ia tunggangi. Sebab jika tidak, maka akan sulit melakukan
drifting dengan maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)