medcom.id, Banda Aceh: Banyak orang yang sebenarnya salah kaprah memperlakukan mobil low cost green car (LCGC). Terutama pada penggunaan bahan bakar minyak jenis premium. Dari beberapa pernyataan industri otomotif, sebenarnya mobil murah meriah kurang cocok jika menenggak Premium.
Prima S, Mekanik Nissan Halim, menjelaskan mobil LCGC, semisal Datsun Go+ Panca, memiliki kompresi pembakaran 9,8:1. Untuk kompresi yang hampir menyentuh 10:1 tersebut disarankan untuk menggunakan bahan bakar yang mengandung oktan minimal 90.
"Kalau LCGC menggunakan Premium dengan oktan 88 kurang bagus untuk mesin. Minimal menggunakan oktan 90 seperti Pertalite," terang Prima di sela-sela acara Datsun Risers Expedition pekan lalu.
Prima melanjutkan bahwa menggunakan bahan bakar yang kandungannya di bawah 90 akan membuat ruang bakar penuh dengan kerak timbal. Sehingga kinerja mesin tidak akan berfungsi dengan maksimal.
"Kalau pakai Premium, nanti banyak kerak timbal di ruang bakar. Jadi nantinya harus sering dibersihkan ruang bakar. Kalau pakai Pertalite atau Pertamax kerak timbal juga ada, namun jangka waktu pembersihan ruang bakar akan lebih lama."
Menurut Jonfis Fandy selaku Diretur Pemasaran dan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) di awal-awal pemasaran Brio Satya yang merupakan mobil LCGC dari Honda, menegaskan hal itu. Ia mengatakan bahwa filosofi sesuai namanya yaitu green car, takkan tercapai jika penggunaan bahan bakarnya juga tak dipatuhi.
Sudahkah mobil LCGC anda menggunakan BBM yang tepat?
medcom.id, Banda Aceh: Banyak orang yang sebenarnya salah kaprah memperlakukan mobil low cost green car (LCGC). Terutama pada penggunaan bahan bakar minyak jenis premium. Dari beberapa pernyataan industri otomotif, sebenarnya mobil murah meriah kurang cocok jika menenggak Premium.
Prima S, Mekanik Nissan Halim, menjelaskan mobil LCGC, semisal Datsun Go+ Panca, memiliki kompresi pembakaran 9,8:1. Untuk kompresi yang hampir menyentuh 10:1 tersebut disarankan untuk menggunakan bahan bakar yang mengandung oktan minimal 90.
"Kalau LCGC menggunakan Premium dengan oktan 88 kurang bagus untuk mesin. Minimal menggunakan oktan 90 seperti Pertalite," terang Prima di sela-sela acara Datsun Risers Expedition pekan lalu.
Prima melanjutkan bahwa menggunakan bahan bakar yang kandungannya di bawah 90 akan membuat ruang bakar penuh dengan kerak timbal. Sehingga kinerja mesin tidak akan berfungsi dengan maksimal.
"Kalau pakai Premium, nanti banyak kerak timbal di ruang bakar. Jadi nantinya harus sering dibersihkan ruang bakar. Kalau pakai Pertalite atau Pertamax kerak timbal juga ada, namun jangka waktu pembersihan ruang bakar akan lebih lama."
Menurut Jonfis Fandy selaku Diretur Pemasaran dan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) di awal-awal pemasaran Brio Satya yang merupakan mobil LCGC dari Honda, menegaskan hal itu. Ia mengatakan bahwa filosofi sesuai namanya yaitu green car, takkan tercapai jika penggunaan bahan bakarnya juga tak dipatuhi.
Sudahkah mobil LCGC anda menggunakan BBM yang tepat?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)