Bell Performance, Inc
Bell Performance, Inc

Tips Knowledge

Oktan dan Setana, Nilai Kualitas Bahan Bakar

Ahmad Garuda • 07 Agustus 2014 11:14
medcom.id: Ketika terjadi fluktuasi harga bahan bakar minyak atau pembatasan pasokan bensin atau solar, tidak jarang kita mendengar tentang perdebatan kualitas bahan bakar yang pada akhirnya mengiring ke kata 'oktan' atau 'setana'. Kalau menyebut oktan (octane), mungkin semua sudah tahu yaitu nilai kualitas bahan bakar bensin. Tapi banyak juga yang salah mengartikan penyebutan nilai kualitas bahan bakar buat solar dengan menyebutkan nilai oktan.
 
Padahal sebenarnya untuk bahan bakar solar, ukuran nilai kualitasnya disebut dengan setana (cetane). Keduanya pasti berbeda karakter dan proses perhitungannya. Lalu apa sebenarnya oktan dan apa sebenarnya setana? simak ulasannya berikut.
 
Bilangan oktan adalah ukuran dari rasio kompresi maksimal ketika bahan bakar dipergunakan pada sebuah mesin tanpa terjadi knocking. Bilangan oktan pada bahan bakar diukur dari ujimasin. Bilangan oktan dapat didefinisikan sebagai nilai perbandingan iso-oktan terhadap nheptana yang mempunyai kapasitas anti-knocking sama pada bahan bakar.

Misalnya angka oktan 88 di bahan bakar bensin. Angka tersebut merupakan persentase volume iso-oktan dalam bahan bakar bensin sebesar 88 persen dan volume nheptana adalah 12 persen. Nilai bilangan oktan pada bensin tidak mengacu pada kandungan energi bahan bakar, namun lebih mengacu pada kecenderungan bahan bakar untuk dapat terbakar.
 
Sementara nilai setana adalah kemampuan bahan bakar untuk mempersingkat Delay Ignition (penundaan pengapian). Delay Ignition adalah jarak waktu antara pemasukan/injeksi bahan bakar oleh injektor dengan dimulainya bahan bakar tersebut terbakar. Bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor tidak langsung terbakar. Padahal bahan bakar harus terbakar pada titik/waktu tertentu oleh panas kompresi.
 
Pada mesin bensin waktu pengapian (timing ignition) dapat diatur oleh percikan bunga api. Bunga api dari detonator berarti pembakaran dimulai. Tapi pada mesin diesel timing ignition hanya dapat diatur oleh timing injection. Semakin pendek jeda antara timing injection dan dimulainya pembakaran, maka waktu pengapian akan semakin tepat.
 
Intinya, angka setana pada diesel dan angka oktan pada bensin, sama-sama mengukur ketahanan bahan bakar terhadap terjadinya detonasi. Namun nilai setana menunjukkan ketahanan pada diesel dimana bahan bakar harus segera terbakar sementara angka oktan menunjukkan ketahanannya untuk tidak segera terbakar dengan cepat. (Disusun dari berbagai sumber)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan