medcom.id, Jakarta: Usai mengoprek dan membongkar bagian mesin dan sistem elektronik, ada lagi jurus ampuh lain dari mekanik Kutu Racing yaitu Thomas Agnistra. Yaitu menyesuaikan bagian kaki-kaki agar tak limbung saat bermanuver ekstrim.
Lantaran ini adalah bagian yang turut menentukan seorang pembalap merasa nyaman dengan tunggangannya atau tidak. Sebab sekencang apapun motornya, kalau tekanan sistem peredaman di zona pengereman tak mumpuni, maka juga takkan bagus. Juga aplikasi ban yang harus digunakan. Berikut jurus Kutu 3 yang dibagi oleh Thomas.
Kaki-Kaki (jurus Kutu 3)
Hampir seluruh varian Vespa, terasa melayang jika dipakai nikung dengan kecepatan lumayan tinggi. Handling tak maksimal, membuat pembalap akan merasa tak percaya diri dengan tunggangannya.
Pastinya suspensi harus diganti dengan yang full adjustable. Disini Thomas percayakan sokbreker Bitubo untuk kedua roda skuter-skuternya. "Lantaran bisa di setup, kita bisa sesuaikan keinginan pembalap dan kondisi lintasan," urainya.
Urusan kulit bundar juga harus disesuaikan untuk penggunaan sirkuit. Pria yang dituakan dalam urusan oprek mesin di Kutu Vespa ini pun mempercayakan ban Heidenau, dengan kompon medium soft. "Pilihan untuk ring 12 inci hanya ban ini," bebernya.
Spek Balap untuk Harian (jurus Kutu 4)
Berbagai perubahan yang dilakukan tadi selain untuk balap juga bisa diterapkan untuk penggunaan harian. Hanya saja memang ada penyesuaian lagi. Seperti durasi noken as yang cukup pakai 260 derajat saja.
Kemudian kompresi cukup dibuat 11,9:1 dengan konsumsi bahan bakar oktan 95. "Tapi tetap perlu pasang piggyback ya, karena kebutuhan mesin minta bahan bakar lebih banyak pastinya," tutup Thomas.
Kalau masih bingung dengan apa yang dijelaskan di atas, silahkan hubungi langsung biang jurus Kutunya yaitu Thomas Agnistra: 08158844543.
medcom.id, Jakarta: Usai mengoprek dan membongkar bagian mesin dan sistem elektronik, ada lagi jurus ampuh lain dari mekanik Kutu Racing yaitu Thomas Agnistra. Yaitu menyesuaikan bagian kaki-kaki agar tak
limbung saat bermanuver ekstrim.
Lantaran ini adalah bagian yang turut menentukan seorang pembalap merasa nyaman dengan tunggangannya atau tidak. Sebab sekencang apapun motornya, kalau tekanan sistem peredaman di zona pengereman tak mumpuni, maka juga takkan bagus. Juga aplikasi ban yang harus digunakan. Berikut jurus Kutu 3 yang dibagi oleh Thomas.
Kaki-Kaki (jurus Kutu 3)
Hampir seluruh varian Vespa, terasa melayang jika dipakai nikung dengan kecepatan lumayan tinggi. Handling tak maksimal, membuat pembalap akan merasa tak percaya diri dengan tunggangannya.
Pastinya suspensi harus diganti dengan yang
full adjustable. Disini Thomas percayakan sokbreker Bitubo untuk kedua roda skuter-skuternya. "Lantaran bisa di
setup, kita bisa sesuaikan keinginan pembalap dan kondisi lintasan," urainya.
Urusan kulit bundar juga harus disesuaikan untuk penggunaan sirkuit. Pria yang dituakan dalam urusan oprek mesin di Kutu Vespa ini pun mempercayakan ban Heidenau, dengan kompon
medium soft. "Pilihan untuk ring 12 inci hanya ban ini," bebernya.
Spek Balap untuk Harian (jurus Kutu 4)
Berbagai perubahan yang dilakukan tadi selain untuk balap juga bisa diterapkan untuk penggunaan harian. Hanya saja memang ada penyesuaian lagi. Seperti durasi noken as yang cukup pakai 260 derajat saja.
Kemudian kompresi cukup dibuat 11,9:1 dengan konsumsi bahan bakar oktan 95. "Tapi tetap perlu pasang piggyback ya, karena kebutuhan mesin minta bahan bakar lebih banyak pastinya," tutup Thomas.
Kalau masih bingung dengan apa yang dijelaskan di atas, silahkan hubungi langsung biang jurus Kutunya yaitu Thomas Agnistra: 08158844543.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)