medcom.id, Jakarta: Performa skutik Honda Vario 125 model lama sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk penggunaan harian. Tapi ada kalanya pengguna skutik ini masih kurang puas, dan mau sesuatu yang lebih. Apalagi Honda telah menghadirkan generasi terbaru dengan pilihan mesin 125 cc dan 150 cc.
Tak perlu bingung, Dimas Novianto yang juga merupakan salah satu pengguna Honda Vario 125 adalah satu contoh konkrit yang telah melakukan sentuhan pada skutik berwarna orange miliknya. "Saya lebih mengutamakan akselerasi sih dibanding topspeed, karakter ini yang lebih cocok untuk penggunaan dalam kota," katanya.
Tak perlu membayangkan motor milik Dimas telah membengkak kapasitas mesinnya jadi 150 cc, 170 cc atau bahkan lebih. Pria yang tinggal di Jakarta Barat itu tak melakukannya, karena itu sudah termasuk modifikasi kelas berat bukan? Lihat saja motor Dimas yang masih menggunakan knalpot standar dengan tampilan klimis.
Ia pun tak pelit berbagi ramuan rahasianya agar akselerasi skutiknya itu bisa lebih melesat. Anda penasaran? Bahan-bahan ramuannya bisa dilihat di bawah ini, atau bisa hubungi Dimas langsung dinomor 081285533930 untuk konsultasi dan sharing.
Kepala Silinder
Saluran masuk dan keluar gas bakar dan sisa pembakaran disentuh oleh bor tuning, dan dilakukan porting-polish agar alirannya lebih lancar. Tak hanya menghilangkan kulit jeruk (permukaan kasar), tapi juga sedikit memperbesar.
"Bentuk dibuat seperti terompet, semakin membesar mendekati payung klep," katanya singkat. Biaya untuk melakukan porting-polish umumnya di kisaran Rp250 hingga Rp500 ribu, dengan waktu pengerjaan sekitar tiga hari.
Filter Udara
Bawaan pabrikan menggunakan filter udara viscous element yang tak bisa dibersihkan atau dicuci. Dimas menggantinya dan mempercayakan produk Protec sebagai filter udara barunya, dengan bahan kawat baja rapat dan anti karat.
Aliran udara yang dibutuhkan mesin pun lebih lancar yang merembet pada akselerasi. Persoalan harga, siapkan dana Rp300 hingga Rp400 ribu, tergantung merek yang dipakai.
Koil
Part ini punya tugas melipat-gandakan arus listrik dari sepul, yang hasil akhirnya adalah letikan api dari busi. Pria berbadan irit ini mempercayakan koil Ultraspeed yang memang khusus untuk motor fuel injection. Api yang dihasilkan lebih besar, sehingga bahan bakar yang masuk terbakar tuntas. Merek ini sendiri dibanderol dengan angka Rp450 ribuan.
Busi Iridium
Part ini memang berharga Rp100 ribuan saja, tapi dengan rasio kompresi mesin yang cukup tinggi 11:1, penggunaan busi iridium cukup berpengaruh. Dan bisa juga menjadi "obat" alternatif, akselerasi tertahan yang umumnya terjadi pada Honda Vario 125 generasi awal.
Resistor
Pasti banyak yang bertanya, resistor ini untuk apa. Komponen yang bentuknya kecil ini berguna untuk memanipulasi data dari sensor O2 di knalpot, menuju ECU. "Saya pakai resistor 0,5 Ohm, supaya pembakaran bisa sedikit basah karena api sudah besar dan aliran udara lebih lancar. Pemasangannya cukup colok ke sensor O2 tadi," tutupnya.
medcom.id, Jakarta: Performa skutik Honda Vario 125 model lama sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk penggunaan harian. Tapi ada kalanya pengguna skutik ini masih kurang puas, dan mau sesuatu yang lebih. Apalagi Honda telah menghadirkan generasi terbaru dengan pilihan mesin 125 cc dan 150 cc.
Tak perlu bingung, Dimas Novianto yang juga merupakan salah satu pengguna Honda Vario 125 adalah satu contoh konkrit yang telah melakukan sentuhan pada skutik berwarna orange miliknya. "Saya lebih mengutamakan akselerasi sih dibanding topspeed, karakter ini yang lebih cocok untuk penggunaan dalam kota," katanya.
Tak perlu membayangkan motor milik Dimas telah membengkak kapasitas mesinnya jadi 150 cc, 170 cc atau bahkan lebih. Pria yang tinggal di Jakarta Barat itu tak melakukannya, karena itu sudah termasuk modifikasi kelas berat bukan? Lihat saja motor Dimas yang masih menggunakan knalpot standar dengan tampilan klimis.
Ia pun tak pelit berbagi ramuan rahasianya agar akselerasi skutiknya itu bisa lebih melesat. Anda penasaran? Bahan-bahan ramuannya bisa dilihat di bawah ini, atau bisa hubungi Dimas langsung dinomor 081285533930 untuk konsultasi dan sharing.
Kepala Silinder
Saluran masuk dan keluar gas bakar dan sisa pembakaran disentuh oleh bor tuning, dan dilakukan porting-polish agar alirannya lebih lancar. Tak hanya menghilangkan kulit jeruk (permukaan kasar), tapi juga sedikit memperbesar.
"Bentuk dibuat seperti terompet, semakin membesar mendekati payung klep," katanya singkat. Biaya untuk melakukan porting-polish umumnya di kisaran Rp250 hingga Rp500 ribu, dengan waktu pengerjaan sekitar tiga hari.

Filter Udara
Bawaan pabrikan menggunakan filter udara viscous element yang tak bisa dibersihkan atau dicuci. Dimas menggantinya dan mempercayakan produk Protec sebagai filter udara barunya, dengan bahan kawat baja rapat dan anti karat.
Aliran udara yang dibutuhkan mesin pun lebih lancar yang merembet pada akselerasi. Persoalan harga, siapkan dana Rp300 hingga Rp400 ribu, tergantung merek yang dipakai.
Koil
Part ini punya tugas melipat-gandakan arus listrik dari sepul, yang hasil akhirnya adalah letikan api dari busi. Pria berbadan irit ini mempercayakan koil Ultraspeed yang memang khusus untuk motor fuel injection. Api yang dihasilkan lebih besar, sehingga bahan bakar yang masuk terbakar tuntas. Merek ini sendiri dibanderol dengan angka Rp450 ribuan.
Busi Iridium
Part ini memang berharga Rp100 ribuan saja, tapi dengan rasio kompresi mesin yang cukup tinggi 11:1, penggunaan busi iridium cukup berpengaruh. Dan bisa juga menjadi "obat" alternatif, akselerasi tertahan yang umumnya terjadi pada Honda Vario 125 generasi awal.
Resistor
Pasti banyak yang bertanya, resistor ini untuk apa. Komponen yang bentuknya kecil ini berguna untuk memanipulasi data dari sensor O2 di knalpot, menuju ECU. "Saya pakai resistor 0,5 Ohm, supaya pembakaran bisa sedikit basah karena api sudah besar dan aliran udara lebih lancar. Pemasangannya cukup colok ke sensor O2 tadi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)