medcom.id, Jakarta: Setelah mengetahui sistem kerja ABS di artikel sebelumnya, selanjutnya Rifat Sungkar menjelaskan teknologi yang namanya EBD (Electronic Brake Distribution). Ini adalah sistem yang lebih advance setelah ABS.
Sistem ini bisa mendeteksi tingkat kebutuhan cengkraman rem di masing-masing sudut atau antara depan dan belakang berdasarkan bobot kendaraan pada saat itu. Sebagai contoh, jika kendaraan kosong dan belum menggunakan ABS dan EBD, maka ketika pedal rem diinjak, pada saat itu mobil akan menukik dan semua gaya akan bertumpu pada bagian depan.
Efek yang terjadi adalah seakan-akan kita sedang menarik rem tangan di kecepatan tertentu dan ini bisa menyebabkan mobil malah berbalik arah atau malah berputar. Dengan sistem EBD, pengereman selalu dapat mendeteksi rem bagian mana yang memerlukan tenaga ekstra, dan bagian mana yang perlu dikurangi cengkeramannya, agar kendaraan tetap stabil.
Teknologi selanjutnya adalah Brake Assist alias BA yang merupakan sebuah sistem yang sangat membantu pengemudi ketika ia menginjak pedal rem. Dengan adanya sistem Brake Assist, pedal akan jauh terasa lebih ringan, karena sistem ini selalu membantu pengemudi untuk mengetahui tingkat kepakeman rem saat sipengemudi bereaksi. Baik itu cepat maupun lambat.
Misalnya dalam keadaan macet, kita hanya menginjak pedal rem sedikit sekali untuk menghentikan mobil, namun dengan kecepatan yang tinggi tekanan yang sedikit pun dapat menghentikan kendaraan karena bantuan Brake Assist. Intinya sistem ini selalu membantu pengemudi agar tidak perlu menginjak rem sekuat tenaga untuk mengontrol penghentian kendaraan.
medcom.id, Jakarta: Setelah mengetahui sistem kerja ABS di artikel sebelumnya, selanjutnya Rifat Sungkar menjelaskan teknologi yang namanya EBD (
Electronic Brake Distribution). Ini adalah sistem yang lebih
advance setelah ABS.
Sistem ini bisa mendeteksi tingkat kebutuhan cengkraman rem di masing-masing sudut atau antara depan dan belakang berdasarkan bobot kendaraan pada saat itu. Sebagai contoh, jika kendaraan kosong dan belum menggunakan ABS dan EBD, maka ketika pedal rem diinjak, pada saat itu mobil akan menukik dan semua gaya akan bertumpu pada bagian depan.
Efek yang terjadi adalah seakan-akan kita sedang menarik rem tangan di kecepatan tertentu dan ini bisa menyebabkan mobil malah berbalik arah atau malah berputar. Dengan sistem EBD, pengereman selalu dapat mendeteksi rem bagian mana yang memerlukan tenaga ekstra, dan bagian mana yang perlu dikurangi cengkeramannya, agar kendaraan tetap stabil.
Teknologi selanjutnya adalah
Brake Assist alias BA yang merupakan sebuah sistem yang sangat membantu pengemudi ketika ia menginjak pedal rem. Dengan adanya sistem
Brake Assist, pedal akan jauh terasa lebih ringan, karena sistem ini selalu membantu pengemudi untuk mengetahui tingkat kepakeman rem saat sipengemudi bereaksi. Baik itu cepat maupun lambat.
Misalnya dalam keadaan macet, kita hanya menginjak pedal rem sedikit sekali untuk menghentikan mobil, namun dengan kecepatan yang tinggi tekanan yang sedikit pun dapat menghentikan kendaraan karena bantuan
Brake Assist. Intinya sistem ini selalu membantu pengemudi agar tidak perlu menginjak rem sekuat tenaga untuk mengontrol penghentian kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)