Segitiga pengaman adalah hal yang wajib jika kendaraan mogok di jalan tol. 4everstatic
Segitiga pengaman adalah hal yang wajib jika kendaraan mogok di jalan tol. 4everstatic

Lalu Lintas

Pahami SOP Darurat Jalan Tol, agar Tak Celaka!

Ainto Harry Budiawan • 03 Desember 2014 10:45
medcom.id, Jakarta: Pada malam Minggu lalu (29/11), seorang offroader nasional, Fatkhun Najib (50), menjadi korban tabrak lari ketika sedang membantu supir Elf yang kecelakaan dan terjepit bodi mobil. Peristiwa ini terjadi di tol Cipularang KM 97 arah Jakarta, dengan korban tewas dilokasi kejadian.
 
Kondisi lokasi kejadian saat itu gelap dan jalan basah karena hujan, posisi korban berada di sisi pinggir kanan dekat supir Elf. Tiba-tiba sebuah mobil sedan menyambar Najib dan langsung melarikan diri tanpa peduli kondisinya. Sampai tulisan ini diturunkan pun, pelaku tabrak lari masih ditelusuri keberadaannya.
 
"Tidak adanya rasa tanggung jawab pelaku yang langsung melarikan diri, terlebih saat korban merupakan sedang menolong orang kecelakaan," kata Rifat Sungkar, pereli nasional yang mengomentari peristiwa ini.

Hal yang bisa dipetik dari kejadian ini, ketika dalam kondisi darurat atau hendak memberikan pertolongan pada korban kecelakaan, harus lakukan standar operasional prosedur (SOP), terlebih jika kejadian berada di jalan tol yang notabene kecepatan kendaraan yang melintas cukup tinggi.
 
"Memang belum banyak yang mengetahui SOP-nya, namun SOP ini diajarkan ketika mereka mengikuti pelatihan defensive driving. SOP ini gunanya supaya jangan sampai niat baik menolong korban kecelakaan, justru malah menambah korban," kata Sony Susmana, dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
 
Hal pertama yang harus dilakukan adalah clear area, pasang segitiga pengaman pada jarak 25 sampai 30 meter dibelakang mobil korban dan nyalakan hazard mobil yang ditolong. "Jangan lupa kendaraan penolong harus berada di depan mobil korban, dan nyalakan lampu hazard mobil tersebut," terang Sony.
 
Lalu jika penolong lebih dari satu orang, siagakan satu orang dibelakang mobil untuk memberi tahu kendaraan dibelakang yang melintas. Kemudian tanyakan kondisi korban, bagian mana yang sakit dan hubungi pihak jalan tol.
 
"Karena tidak semua orang dibekali pengetahuan pertolongan pertama untuk menangani korban kecelakaan. Juga mencegah supaya kondisi korban tidak semakin parah karena tindakan yang salah," sambung Sony. Jika ada korban yang selamat dan bisa dikeluarkan, langsung dibawa menjauh dari mobil yang terlibat kecelakaan.
 
Mengenai lokasi kejadian tabrak lari Najib, Sony mengatakan pengendara yang melewati jalan tol Cipularang, cenderung ngebut dijalur lambat. Ini karena pengemudi dijalur kanan cenderung tidak tahu diri dengan memacu kendaraannya dengan kecepatan agak rendah dijalur untuk mendahului.
 
Bisa jadi sedan yang menabrak Najib, sedang mendahului melalui jalur kiri dan tidak sadar jika saat itu telah terjadi kecelakaan dijalur lambat, dan berusaha menghindar ke kanan dan langsung menabrak korban yang sedang memberikan bantuan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan