medcom.id, Jakarta: Memperlakukan mobil matic/otomatis tentu berbeda dengan mobil transmisi manual. Jika salah penggunaan dan perawatan, transmisi matic berpotensi cepat rusak.
"Melakukan perawatan berkala salah satu cara mendeteksi dini jika transmisi matic mobil bermasalah dan meminimalkan kerusakan yang lebih parah," kata Toha, mekanik bengkel Pit Stop saat berbincang dengan Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ada cara untuk mengenali ciri atau gejala kerusakan transmisi matic di mobil Anda. Umumnya, perpindahan gigi transmisi matic yang masih normal cukup halus. Namun apabila perpindahan gigi awal terasa ada sentakan keras dan membuat mobil seperti didorong, ditakutkan ada masalah di sistem transmisi mobil matic Anda.
Sentakan keras tersebut bisa disebabkan kerusakan di sistem elektronis serta mekanis. Biasanya diakibatkan selenoid pressure bocor. Sehingga oli transmisi tak dapat menjaga perpindahan gigi saat rpm optimal tercapai dan menyebabkan sentakan saat perpindahan gigi.
"Jangan sampai terlambat mengganti oli transmisi. Ganti oli transmisi secara teratur dan rutin setiap 25.000 km dan maksimal 50.000 km. Selalu gunakan pelumas transmisi yang dianjurkan oleh produsen mobil," tutup Toha.
medcom.id, Jakarta: Memperlakukan mobil
matic/otomatis tentu berbeda dengan mobil transmisi manual. Jika salah penggunaan dan perawatan, transmisi
matic berpotensi cepat rusak.
"Melakukan perawatan berkala salah satu cara mendeteksi dini jika transmisi matic mobil bermasalah dan meminimalkan kerusakan yang lebih parah," kata Toha, mekanik bengkel Pit Stop saat berbincang dengan
Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ada cara untuk mengenali ciri atau gejala kerusakan transmisi
matic di mobil Anda. Umumnya, perpindahan gigi transmisi
matic yang masih normal cukup halus. Namun apabila perpindahan gigi awal terasa ada sentakan keras dan membuat mobil seperti didorong, ditakutkan ada masalah di sistem transmisi mobil
matic Anda.
Sentakan keras tersebut bisa disebabkan kerusakan di sistem
elektronis serta
mekanis. Biasanya diakibatkan
selenoid pressure bocor. Sehingga oli transmisi tak dapat menjaga perpindahan gigi saat
rpm optimal tercapai dan menyebabkan sentakan saat perpindahan gigi.
"Jangan sampai terlambat mengganti oli transmisi. Ganti oli transmisi secara teratur dan rutin setiap 25.000 km dan maksimal 50.000 km. Selalu gunakan pelumas transmisi yang dianjurkan oleh produsen mobil," tutup Toha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HIL)