medcom.id, Jakarta: Engine mounting pada mobil adalah komponen yang terbuat dari bahan karet, yang berfungsi sebagai dudukan mesin ke sasis. Komponen ini bertugas meredam getaran mesin ke bodi serta menjaga keseimbangan mesin.
Komponen ini juga bisa digolongkan ke dalam fitur kenyamanan mobil. Di sebuah mobil, biasanya terdapat dua sampai empat buah engine mounting. Sementar untuk mobil dengan mesin berpenggerak roda belakang biasanya terdapat dua buah.
"Mesin yang sedang bekerja akan bergetar/goyang. Terlebih ketika mobil sedang berakselarasi ataupun deselarasi. Engine mounting inilah yang bertugas meredam guncangan. Jika engine mounting rusak, pasti akan mengganggu kenyamanan berkendara," ucap Toha, mekanik yang praktik di bengkel Pit Stop di Jakarta Timur, kepada Metrotvnews.com, Rabu (18/1/2016).
Menurut Toha, engine mounting termasuk ke dalam komponen jenis slow moving, untuk itu tak boleh dibiarkan rusak terlalu lama. Sebab, kondisi itu bisa merusak komponen yang lain. Biasanya menyerang bagian as roda. Lalu pipa knalpot bisa pecah akibat tertindih mesin.
Ada beberaoa ciri-ciri untuk mengenali engine mounting yang rusak. "Biasanya akan terdengar bunyi 'gluduk' saat mesin dihidupkan. Itu akibat guncangan mesin karena karet engine mounting telah rusak dan tidak berfungsi lagi," kata Toha.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih besar, Anda disarankan untuk melakukan pengecekan berkala dan mengganti engine mounting setiap 50 ribu-60 ribu kilometer.
medcom.id, Jakarta: Engine mounting pada mobil adalah komponen yang terbuat dari bahan karet, yang berfungsi sebagai dudukan mesin ke sasis. Komponen ini bertugas meredam getaran mesin ke bodi serta menjaga keseimbangan mesin.
Komponen ini juga bisa digolongkan ke dalam fitur kenyamanan mobil. Di sebuah mobil, biasanya terdapat dua sampai empat buah
engine mounting. Sementar untuk mobil dengan mesin berpenggerak roda belakang biasanya terdapat dua buah.
"Mesin yang sedang bekerja akan bergetar/goyang. Terlebih ketika mobil sedang berakselarasi ataupun deselarasi.
Engine mounting inilah yang bertugas meredam guncangan. Jika
engine mounting rusak, pasti akan mengganggu kenyamanan berkendara," ucap Toha, mekanik yang praktik di bengkel Pit Stop di Jakarta Timur, kepada Metrotvnews.com, Rabu (18/1/2016).

Menurut Toha,
engine mounting termasuk ke dalam komponen jenis
slow moving, untuk itu tak boleh dibiarkan rusak terlalu lama. Sebab, kondisi itu bisa merusak komponen yang lain. Biasanya menyerang bagian as roda. Lalu pipa knalpot bisa pecah akibat tertindih mesin.
Ada beberaoa ciri-ciri untuk mengenali
engine mounting yang rusak. "Biasanya akan terdengar bunyi 'gluduk' saat mesin dihidupkan. Itu akibat guncangan mesin karena karet
engine mounting telah rusak dan tidak berfungsi lagi," kata Toha.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih besar, Anda disarankan untuk melakukan pengecekan berkala dan mengganti
engine mounting setiap 50 ribu-60 ribu kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)