Engine brake dapat membantu kinerja rem untuk deselerasi kecepatan mobil. MTVN/Ekawan Raharja
Engine brake dapat membantu kinerja rem untuk deselerasi kecepatan mobil. MTVN/Ekawan Raharja

Tips Knowledge

Teknik Deselerasi Mesin, Ringankan Kinerja Rem

Ekawan Raharja • 30 Juni 2016 09:58
medcom.id: Pengereman dengan mesin (deselerasi) atau engine brake masih belum banyak dipahami oleh pengguna jalan. Padahal teknik satu ini memiliki banyak manfaat saat berkendara, khususnya di medan-medan yang membutuhkan kinerja pengereman cukup berat.
 
Dikutip dari laman Hyundai Mobil, engine brake merupakan teknik pengereman dengan cara menurunkan putaran mesin. Sehingga terjadi hambatan di mesin karena tertahan gigi transmisi, efeknya putaran mesin (RPM) mesin meningkat namun tidak disertai dengan tenaga.
 
Meski teknik ini merupakan teknik yang lazim digunakan saat mengemudi, tapi tidak sedikit pula pengemudi yang tidak tahu cara engine brake yang benar. Executive Director and Chief instructor of Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC), Bintarto Agung, menjelaskan cara melakukan engine brake yang benar. 
Teknik Deselerasi Mesin, Ringankan Kinerja Rem
Tuas transmisi manual. Oppositelock

Di mobil yang menggunakan transmisi manual, engine brake dapat dilakukan dengan cara menurunkan transmisi ke posisi yang lebih rendah seperti dari empat ke tiga. Sebelum melakukan engine brake, pengemudi harus melakukan pengereman terlebih dahulu untuk mengurangi kecepatan dan putaran mesin.
 
"Jangan lakukan perpindahan gigi secara melompat karena akan menyebabkan kerusakan mesin dan transmisi," jelasnya.
 
Kemudian untuk mobil bertransmisi otomatis, biasanya sudah dilengkapi dengan fitur over drive (O/D). Pengemudi cukup menekan sebuah tombol untuk mematikan fitur O/D dan engine brake akan terjadi.
Teknik Deselerasi Mesin, Ringankan Kinerja Rem
"Jika tidak ada fitur O/D, pengemudi bisa menurunkan tuas transmisi dari posisi di ketiga, dan kemudian kedua, dan L. Namun harus diperhatikan kecepatan dan RPM ketika melakukan down shift," jelas praktisi safety driving tersebut.
 
Agung juga memperingatkan untuk tidak melakukan engine brake saat indikator RPM menyentuh garis merah. Jika itu dilakukan maka putaran mesin yang terlalu tinggi akan membuat mobil terhentak dan berakibat pada rusaknya mesin dan transmisi.
 
Tentu saja cara ini bisa dicoba bagi anda yang sering melakukan perjalanan di jalan yang menurun. Selamat mencoba.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan