medcom.id, Jakarta: Redaksi otomotif Metrotvnews.com banyak mendapatkan pertanyaan mengenai fitur Overdrive di mobil bertransmisi otomatis. Banyak pengguna tidak paham tentang fungsi dan kegunaan fitur overdrive pada kendaraan milik mereka.
Seperti Rahmat yang menggunakan Suzuki Ertiga transmisi otomatis lansiran 2014. Pria yang bekerja sebagai pegawai kantoran tersebut tidak memahami fitur untuk transmisi tersebut.
"Di Ertiga, kami setting Overdrive dalam posisi hidup ketika mobil dinyalakan. Jika tanda 'O/D' off di panel indikator muncul, maka fitur Overdrive pada posisi mati," terang Riecky Patrayuha, Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, saat memulai penjelasannya beberapa waktu lalu.
Dia pun menganalogikan antara transmisi otomatis dengan transmisi manual lima percepatan. Jika tuas preseneling pada posisi D, maka sama dengan posisi di lima. Ketika fitur Overdrive dimatikan, maka transmisi akan turun di posisi empat meski tanpa memindahkan tuas perseneling.
"Fungsi Overdrive (dalam posisi off) untuk menurunkan posisi gear agar meningkatkan putaran mesin sehingga torsi juga meningkat," lanjutnya.
Riecky juga menjelaskan salah satu fungsi dari fitur overdrive adalah untuk melibas jalanan menanjak. Mobil akan lebih kuat dan bertenaga untuk melibas jalanan menanjak jika torsi dan putaran mesin dinaikan. Kemudian salah satu fungsi lainnya adalah melakukan engine break bagi yang gemar berkendara berkecepatan tinggi.
Jika fitur Overdrive dalam kondisi hidup, maka gigi akan didorong hingga posisi tertinggi. Sehingga kinerja putaran mesin akan lebih ringan dan hasilnya membuat pembakaran bahan bakar lebih efisien atau hemat.
Di sisi lain, teknologi ini hadir di mobil lama. Saat ini mobil dengan transmisi otomatis terbaru dilengkapi dengan fitur Triptonik (+/-) atau mode L, untuk mencegah transmisi pindah ke posisi maksimal saat menanjak.
Nah sudah tahukan fungsi dan mekanisme Overdrive. Jadi jangan bingung lagi ketika tanda 'O/D off' muncul.
medcom.id, Jakarta: Redaksi otomotif Metrotvnews.com banyak mendapatkan pertanyaan mengenai fitur Overdrive di mobil bertransmisi otomatis. Banyak pengguna tidak paham tentang fungsi dan kegunaan fitur overdrive pada kendaraan milik mereka.
Seperti Rahmat yang menggunakan Suzuki Ertiga transmisi otomatis lansiran 2014. Pria yang bekerja sebagai pegawai kantoran tersebut tidak memahami fitur untuk transmisi tersebut.
"Di Ertiga, kami
setting Overdrive dalam posisi hidup ketika mobil dinyalakan. Jika tanda 'O/D' off di panel indikator muncul, maka fitur Overdrive pada posisi mati," terang Riecky Patrayuha, Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, saat memulai penjelasannya beberapa waktu lalu.

Dia pun menganalogikan antara transmisi otomatis dengan transmisi manual lima percepatan. Jika tuas preseneling pada posisi D, maka sama dengan posisi di lima. Ketika fitur Overdrive dimatikan, maka transmisi akan turun di posisi empat meski tanpa memindahkan tuas perseneling.
"Fungsi Overdrive (dalam posisi off) untuk menurunkan posisi
gear agar meningkatkan putaran mesin sehingga torsi juga meningkat," lanjutnya.
Riecky juga menjelaskan salah satu fungsi dari fitur overdrive adalah untuk melibas jalanan menanjak. Mobil akan lebih kuat dan bertenaga untuk melibas jalanan menanjak jika torsi dan putaran mesin dinaikan. Kemudian salah satu fungsi lainnya adalah melakukan
engine break bagi yang gemar berkendara berkecepatan tinggi.
Jika fitur Overdrive dalam kondisi hidup, maka gigi akan didorong hingga posisi tertinggi. Sehingga kinerja putaran mesin akan lebih ringan dan hasilnya membuat pembakaran bahan bakar lebih efisien atau hemat.
Di sisi lain, teknologi ini hadir di mobil lama. Saat ini mobil dengan transmisi otomatis terbaru dilengkapi dengan fitur Triptonik (+/-) atau mode L, untuk mencegah transmisi pindah ke posisi maksimal saat menanjak.
Nah sudah tahukan fungsi dan mekanisme Overdrive. Jadi jangan bingung lagi ketika tanda 'O/D off' muncul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)