medcom.id: Setelah membahas apa itu rake angle pada artikel sebelumnya, pengetahuan yang wajib dipahami para builder motor khususnya modifikator segmen chopper adalah trail angle. Istilah ini lebih sulit dipahami ketimbang rake angle, lantaran aplikasinya ada beberapa macam. Terutama karena bisa berlawanan dengan setup rake angle.
Pada rake angle, bisa dipastikan semua motor akan membentuk sudut deviasi jika ditarik garis imajiner kemiringan suspensi dari garis imajiner tegak lurus dari kontak ban ke tanah yang melalui as roda depan. Namun untuk deviasi dari trail angle, bisa membentuk angka nol alias tidak ada sudut deviasi.
Hal itu bisa terjadi lantaran desain segitiga motor alias offset, dibikin tidak seimbang antara bagian atas dan bagian bawah. Namun jika ukuran di offset motor seimbang, maka bisa dipastikan besaran sudut deviasi antara rake angle dan trail angle akan variatif dan terhubung satu sama lain.
Untuk sudut trail angle normal yang behubungan erat dengan rake angle, memang kebanyakan digunakan manufaktur roda dua. Tapi biasanya modifikator membuat offset berbeda dan menghasilkan sudut trail nol, untuk membuat sudut belok motor lebih kecil.
Namun jangan salah, aplikasi titik trail nol juga tidak bisa sembarangan. Lantaran berhubungan dengan sisi kenyamanan pengendara, geometry motor, desain yang diaplikasi, tingkat kekuatan material segitiga motor hingga seberapa panjang aplikasi suspensi depan.
medcom.id: Setelah membahas apa itu
rake angle pada artikel sebelumnya, pengetahuan yang wajib dipahami para builder motor khususnya modifikator segmen
chopper adalah
trail angle. Istilah ini lebih sulit dipahami ketimbang
rake angle, lantaran aplikasinya ada beberapa macam. Terutama karena bisa berlawanan dengan
setup rake angle.
Pada
rake angle, bisa dipastikan semua motor akan membentuk sudut deviasi jika ditarik garis imajiner kemiringan suspensi dari garis imajiner tegak lurus dari kontak ban ke tanah yang melalui as roda depan. Namun untuk deviasi dari
trail angle, bisa membentuk angka nol alias tidak ada sudut deviasi.
Hal itu bisa terjadi lantaran desain segitiga motor alias
offset, dibikin tidak seimbang antara bagian atas dan bagian bawah. Namun jika ukuran di
offset motor seimbang, maka bisa dipastikan besaran sudut deviasi antara
rake angle dan
trail angle akan variatif dan terhubung satu sama lain.
Untuk sudut
trail angle normal yang behubungan erat dengan rake angle, memang kebanyakan digunakan manufaktur roda dua. Tapi biasanya modifikator membuat
offset berbeda dan menghasilkan sudut
trail nol, untuk membuat sudut belok motor lebih kecil.
Namun jangan salah, aplikasi titik trail nol juga tidak bisa sembarangan. Lantaran berhubungan dengan sisi kenyamanan pengendara,
geometry motor, desain yang diaplikasi, tingkat kekuatan material segitiga motor hingga seberapa panjang aplikasi suspensi depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)