medcom.id, Jakarta: Mobil keluaran terbaru pada umumnya sudah menggunakan power steering yang digerakkan oleh motor listrik (Electric Power Steering/EPS). Namun, tidak sedikit pemilik mobil yang belum tahu dan paham fungsi utama dari komponen tersebut.
Pada dasarnya Electric Power Steering (EPS) dan Hydraulic Power Steering (HPS) yang terpasang di rak kemudi mobil memiliki fungsi sama, yaitu untuk meringankan putaran setir atau kemudi. Namun seperti namanya, perangkat ini punya prinsip kerja yang sangat berbeda.
Perbedaan yang mencolok adalah, terdapat tabung oli pada hydraulic power steering, yang berfungsi sebagai pompa, sehingga setir terasa lebih ringan dan mudah dikendalikan. Sistem ini perlu pengecekan oli rutin, agar tidak kosong karena bisa menyebabkan kerusakan power steering.
Sistem power steering yang masih menggunakan konfigurasi hidrolis untuk menggerakkan roda.
Sementara, electric power steering bekerja menggunakan motor elektrik yang diubah dan disalurkan menjadi energi mekanik, sehingga membantu putaran/gerakan kemudi. Selain EPS punya karakteristik kemudi yang lebih optimal, juga bisa disesuaikan dengan kecepatan kendaraan dan kondisi kemudi.
"Semua sistem power steering di mobil ada kurang lebihnya. Jika kita memperlakukannya dengan baik, mulai dari cara pemakaian hingga perawatan yang rutin, maka bisa membuat perangkat tersebut lebih awet," terang Mislam yang buka bengkel Speed Shop di daerah Bekasi Timur, Jawa Barat.
Tidak ada salahnya jika Anda menjaga keawetan komponen yang satu ini, karena EPS didesain memiliki perangkat dan fungsi yang lebih canggih dibanding HPS. Jadi tak heran jika biaya perbaikan EPS terbilang mahal. Caranya dengan melakukan pengecekan rutin saat bagian ini saat servis di bengkel resmi.
Bila ada komponen yang sudah rusak, maka tak bisa diservis per komponen. Berbeda dengan HPS, biaya perawatannya lebih murah dan lebih mudah. Karena perangkat pada sistem ini hanya menggunakan oli untuk dapat bekerja dengan baik.
medcom.id, Jakarta: Mobil keluaran terbaru pada umumnya sudah menggunakan
power steering yang digerakkan oleh motor listrik (
Electric Power Steering/EPS). Namun, tidak sedikit pemilik mobil yang belum tahu dan paham fungsi utama dari komponen tersebut.
Pada dasarnya
Electric Power Steering (EPS) dan
Hydraulic Power Steering (HPS) yang terpasang di rak kemudi mobil memiliki fungsi sama, yaitu untuk meringankan putaran setir atau kemudi. Namun seperti namanya, perangkat ini punya prinsip kerja yang sangat berbeda.
Perbedaan yang mencolok adalah, terdapat tabung oli pada
hydraulic power steering, yang berfungsi sebagai pompa, sehingga setir terasa lebih ringan dan mudah dikendalikan. Sistem ini perlu pengecekan oli rutin, agar tidak kosong karena bisa menyebabkan kerusakan
power steering.
Sistem power steering yang masih menggunakan konfigurasi hidrolis untuk menggerakkan roda.
Sementara,
electric power steering bekerja menggunakan motor elektrik yang diubah dan disalurkan menjadi energi mekanik, sehingga membantu putaran/gerakan kemudi. Selain EPS punya karakteristik kemudi yang lebih optimal, juga bisa disesuaikan dengan kecepatan kendaraan dan kondisi kemudi.
"Semua sistem
power steering di mobil ada kurang lebihnya. Jika kita memperlakukannya dengan baik, mulai dari cara pemakaian hingga perawatan yang rutin, maka bisa membuat perangkat tersebut lebih awet," terang Mislam yang buka bengkel Speed Shop di daerah Bekasi Timur, Jawa Barat.
Tidak ada salahnya jika Anda menjaga keawetan komponen yang satu ini, karena EPS didesain memiliki perangkat dan fungsi yang lebih canggih dibanding HPS. Jadi tak heran jika biaya perbaikan EPS terbilang mahal. Caranya dengan melakukan pengecekan rutin saat bagian ini saat servis di bengkel resmi.
Bila ada komponen yang sudah rusak, maka tak bisa diservis per komponen. Berbeda dengan HPS, biaya perawatannya lebih murah dan lebih mudah. Karena perangkat pada sistem ini hanya menggunakan oli untuk dapat bekerja dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)