NEWSTICKER
Perilaku mengemudi mempengaruhi kenyamanan berkendara. Medcom.id/Ahmad Garuda
Perilaku mengemudi mempengaruhi kenyamanan berkendara. Medcom.id/Ahmad Garuda

Safety Driving

Mengenal Istilah Body Roll Mobil

Otomotif tips mobil safety driving tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 07 Februari 2020 11:30
Karawang: Berkendara dengan mobil tentu harus mengenal seluk-beluk kendaraan. Hal ini bertujuan agar pengemudi mampu menangani permasalahan mobil dengan baik sehingga berkendara tetap aman dan nyaman. Salah satu hal yang wajib diketahui adalah istilah body roll, atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai limbung.
 
Dijelaskan oleh Chief Instructur of Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, boy roll tak terlepas dari konteks dinamika berkendara di mana adanya pergerakan dan kecepatan. Biasanya dinamika negatif berbanding lurus dengan kenyamanan mobil.
 
Body roll merupakan salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada pengendara mobil. Lalu, apa itu body roll? Serta mengapa mobil dapat mengalami hal tersebut?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Body roll adalah suatu momen saat mobil terasa miring ketika sedang berada di tikungan. Saat mobil mulai berbelok, berat mobil seakan terlempar keluar tikungan sehingga mobil terguling kearah sebaliknya. Bila Anda berbelok ke kiri, maka mobil akan terpental ke kanan, begitu juga sebaliknya.
 
Kondisi body roll sebenarnya lebih terasa ketika Anda mengendarai mobil dengan bodi tinggi dalam kecepatan berbelok yang cukup tinggi pula. Mobil jenis SUV dan minibus adalah yang paling sering mengalami kejadian ini.
 
Sebagai perumpamaan, bayangkan bila ada bus bertingkat yang menikung dengan kecepatan tinggi. Dengan mudah bus akan terguling. Bandingkan dengan mobil Formula 1 yang kecepatan beloknya jauh di atas rata-rata mobil normal. Kondisi bodi Formula 1 yang rendah adalah keuntungan tersendiri untuk melawan body roll.
 
Mengapa Bisa Terjadi Body Roll?
Body roll sebenarnya terjadi akibat gaya yang disebut gaya sentrifugal. Gaya yang sama sebenarnya terjadi pada sistem pengering pada mesin cuci yang mengeringkan baju basah dengan cara memutar. Semakin cepat perputaran mesin, maka semakin banyak air yang terlempar dari baju.
 
Gaya tersebut terjadi ketika Anda membelokkan mobil dengan kecepatan tinggi. Bobot bodi mobil serta arah pergerakannya ketika menikung menjadi sumber gaya sentrifugal. Semakin besar kecepatan mobil, maka semakin besar pula gaya yang mendorong Anda ke luar tikungan. Pada dasarnya hal tersebut bisa ditopang oleh sistem suspensi mobil yang terdapat pada setiap roda. Namun ketika gaya yang tercipta lebih besar dari kemampuan suspensi menyerap gaya, bukan tidak mungkin mobil akan terguling dan akhirnya celaka.
 
Umumnya, semakin tinggi bodi mobil yang dikendarai, maka potensi terjadinya body roll juga akan semakin besar. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi para pengendara yang kurang mengenali kondisi ini.
 
"Gaya yang timbul di jalan dan yang menyebabkan adalah faktor perilaku mengemudi. Selebihnya konributor mobil. Saat dikendarai enak tidaknya mobil tergantung sang pengemudi," kata Jusri saat memberikan pelatihan di acara Forwot Vihicle Dynamic Training, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif