NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Dok MI
Ilustrasi. Foto: Dok MI

Tips Knowledge

Mobil Terendam Banjir? Ini yang Mesti Dilakukan Pemilik

Otomotif tips mobil perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 26 Februari 2020 07:27
Jakarta: Banjir kembali melanda Jakarta dan daerah sekitarnya di 2020 ini telah merendam sejumlah kendaraan bermotor dan mengakibatkan kerusakan. Perlu penanganan yang tepat oleh pemilik kendaraan agar kerugian akibat mobil yang terendam semakin besar dan lekas bisa diperbaiki.
 
Owner bengkel mobil Fahmi Jaya Motor, Fahmi menjelaskan pentingnya cara penanganan pertama yang tepat bagi mobil yang terendam banjir. Salah-salah dikhawatirkan malah memperparah kerusakan mobil dan menyebabkan kerugian yang ditanggung jadi semakin besar.
 
"Mobil yang sudah terendam air setinggi ban hingga sampai jok, dianjurkan untuk tidak menghidupkan mesin, karena kemungkinan ada beberapa komponen elektrikal yang sudah terendam air yang akan berpotensi memperparah kerusakan mesin mobil,” terang Fahmi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dimulai dengan melepaskan kabel aki saat mobil terendam banjir. Langkah pertama ini adalah hal yang paling krusial, karena untuk menghindari risiko korsleting yang berpotensi akan merusak komponen-komponen elektronik lainnya di dalam mobil, dan mengantisipasi kemungkinan ada air yang masuk ke dalam mesin.
 
Evakuasi mobil tanpa menyalakan mesin. Hindari menyalakan mesin mobil, cukup didorong ke tempat yang aman dan kering. Jika ingin lebih aman, juga dapat menggunakan opsi lain seperti jasa derek yang disediakan oleh pihak asuransi, bengkel resmi, atau penyedia jasa derek.
 
Selanjutnya periksa oli mesin. Oli yang tercampur air akan berubah warna menjadi cokelat, seperti kopi susu. Kalau sudah begini, disarankan jangan menyalakan mesin. Meski oli sudah bercampur air mesin masih bisa dinyalakan, namun kerja mesin tidak lamcar. Hal ini sangat tidak direkomendasikan karena berisiko merusak komponen dalam mesin lebih parah.
 
Segera ganti oli dengan cara "flushing", yaitu menguras seluruh oli yang ada di dalam mesin. Ciri oli yang sudah bersih dan tidak terkontaminasi air adalah yang tidak ada buih atau bercak kecokelatan.
 
Jangan lupa untuk menguras tangki bahan bakar. Apabila tangki BBM tercampur dengan air akan berbahaya karena di dalam tangki BBM yang tercampur dengan air dapat menyebabkan karat. Air dan bensin tidak dapat larut satu sama lain, dengan karakter massa air yang lebih besar, maka akan mengendap di dasar tangki. Lebih baik segera kuras tangki bensin apabila mobil terendam banjir hingga setengah badan mobil.
 
Proses terakhir adalah membawa ke bengkel untuk pengecekan lebih detail guna memastikan komponen yang terendam air tidak mengalami kerusakan. Termasuk mengecek semua oli atau minyak yang dipakai pada komponen mobil, kelistrikan dan lain sebagainya masih dalam keadaan baik.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif