Jakarta: Merawat sepeda motor matic berbeda dengan motor transmisi manual. Motor matic perlu ditangani secara khusus agar lebih awet. Salah satunya perawatan V-belt di motor matic.
V-belt memiliki fungsi dan cara kerja yang sama dengan rantai motor, yaitu untuk mengantarkan tenaga ke roda. Oleh karena itu, pengguna motor matic wajib memeriksa komponen satu ini secara berkala.
Motor tidak dapat berjalan karena roda belakang tidak akan begerak jika V-belt putus. Meski begitu, mesin tak lantas rusak akibat V-belt putus. Pasalnya V-belt berada di wilayah kerja CVT yang terpisah dengan mesin.
Sebelum putus dan membahayakan pengendara, ada baiknya untuk segera mengganti v-belt jika terlihat sudah dalam keadaan rusak. Berikut tanda-tanda v-belt yang minta diganti baru.
Pertama, akan muncul bunyi pada bagian boks CVT yang akan terdengar pada saat akselerasi awal. Selanjutnya, akan terdengar bunyi seperti decitan pada bagian CVT sesaat setelah
motor akan dijalankan.
Kedua, tarikan pada motor akan terasa kaku dan kasar. Umumnya, tarikan motor yang masih normal akan terasa halus dan lancar. Sedangkan jika v-belt akan putus, tarikan motor akan terasa keras seperti baru keluar dari rendaman air banjir.
Ketiga adalah pada saat motor berada di kecepatan tinggi, jalan akan terasa sulit dan tidak mulus. Dalam hal ini akan muncul rasa seperti kampas kopling sudah mencapai titik penghabisan dan RPM akan mengalami kenaikan sebentar tetapi kecepatan motor tidak mengalami penambahan.
Keempat yang juga sering dijadikan patokan untuk mengetahui kondisi v-belt adalah dengan mendeteksi adanya getaran pada motor. Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena getaran bisa hilang setelah beberapa saat.
"Jika V-belt sampai putus, berarti pengguna kurang memerhatikan kompenen tersebut secara berkala, termasuk roller-nya, Periksa V-belt secara berkala untuk jarak kilometer (usia pakai). Usia pakai V-belt yang ditentukan pabrikan sampai dengan 25 ribu kilometer. Namun biar lebih aman, periksa di jarak tempuh 20 ribu kilometer," saran Yosi, pemilik bengkel Bengbrand di bilangan, Bekasi Timur, beberapa waktu lalu.
Usahakan fitur ordometer di motor Anda berfungsi. Pasalnya itu sebagai acuan untuk jarak yang telah Anda tempuh untuk mengganti V-belt di kilometer berikutnya.
"Jika odometer Anda tidak berfungsi, ada baiknya periksa kondisi V-belt tiga bulan sekali ke bengkel. Bila kondisi V-belt mengalami retak, sebaiknya segera diganti karena sudah tak layak pakai," tutup Yosi.
Jakarta: Merawat sepeda motor matic berbeda dengan motor transmisi manual. Motor matic perlu ditangani secara khusus agar lebih awet. Salah satunya perawatan V-belt di motor matic.
V-belt memiliki fungsi dan cara kerja yang sama dengan rantai motor, yaitu untuk mengantarkan tenaga ke roda. Oleh karena itu, pengguna motor matic wajib memeriksa komponen satu ini secara berkala.
Motor tidak dapat berjalan karena roda belakang tidak akan begerak jika V-belt putus. Meski begitu, mesin tak lantas rusak akibat V-belt putus. Pasalnya V-belt berada di wilayah kerja CVT yang terpisah dengan mesin.
Sebelum putus dan membahayakan pengendara, ada baiknya untuk segera mengganti v-belt jika terlihat sudah dalam keadaan rusak. Berikut tanda-tanda v-belt yang minta diganti baru.
Pertama, akan muncul bunyi pada bagian boks CVT yang akan terdengar pada saat akselerasi awal. Selanjutnya, akan terdengar bunyi seperti decitan pada bagian CVT sesaat setelah
motor akan dijalankan.
Kedua, tarikan pada motor akan terasa kaku dan kasar. Umumnya, tarikan motor yang masih normal akan terasa halus dan lancar. Sedangkan jika v-belt akan putus, tarikan motor akan terasa keras seperti baru keluar dari rendaman air banjir.
Ketiga adalah pada saat motor berada di kecepatan tinggi, jalan akan terasa sulit dan tidak mulus. Dalam hal ini akan muncul rasa seperti kampas kopling sudah mencapai titik penghabisan dan RPM akan mengalami kenaikan sebentar tetapi kecepatan motor tidak mengalami penambahan.
Keempat yang juga sering dijadikan patokan untuk mengetahui kondisi v-belt adalah dengan mendeteksi adanya getaran pada motor. Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena getaran bisa hilang setelah beberapa saat.
"Jika V-belt sampai putus, berarti pengguna kurang memerhatikan kompenen tersebut secara berkala, termasuk roller-nya, Periksa V-belt secara berkala untuk jarak kilometer (usia pakai). Usia pakai V-belt yang ditentukan pabrikan sampai dengan 25 ribu kilometer. Namun biar lebih aman, periksa di jarak tempuh 20 ribu kilometer," saran Yosi, pemilik bengkel Bengbrand di bilangan, Bekasi Timur, beberapa waktu lalu.
Usahakan fitur ordometer di motor Anda berfungsi. Pasalnya itu sebagai acuan untuk jarak yang telah Anda tempuh untuk mengganti V-belt di kilometer berikutnya.
"Jika odometer Anda tidak berfungsi, ada baiknya periksa kondisi V-belt tiga bulan sekali ke bengkel. Bila kondisi V-belt mengalami retak, sebaiknya segera diganti karena sudah tak layak pakai," tutup Yosi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)