NEWSTICKER
Ganti ban motor dengan cara dicungkil bisa merusak pelek. Medcom.id/Ahmad Garuda
Ganti ban motor dengan cara dicungkil bisa merusak pelek. Medcom.id/Ahmad Garuda

Perawatan Kendaraan

Benarkah Ganti Ban Tanpa Tyre Changer Bikin Pelek Cepat Rusak?

Otomotif tips motor perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 18 Maret 2020 11:48
Jakarta: Mengalami ban bocor saat mengendarai motor, bukan sebuah hal yang jarang ditemui. Tapi yang biasa jadi masalah adalah karena ingin cepat, pilihannya adalah dengan mendatangi bengkel pelek atau ban pinggir jalan yang menggunakan peralatan seadanya.
 
Ada kemungkinan membuka ban tidak menggunakan alat yang tidak semestinya, seperti dengan cara dicungkil, bisa merusak komponen lain seperti pelek dan bibir atau pinggiran ban.
 
"Memang lama kelamaan akan melukai permukaan ban dan pelek, karena caranya dicungkil. Sementara permukaan pelek juga akan mengalami lecet di beberapa bagian. Jika kondisi ini berlangsung beberapa kali, rasanya ban motor akan rusak dan tidak layak pakai lagi," jelas Yosie, mekanik sekaligus pemilik bengkel motor Bangbrand di Bekasi Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada prakteknya, penggunaan tyre changer untuk kendaraan roda dua pun, saat ini sudah ramai digunakan di mana-mana. Termasuk di beberapa gerai ban motor yang sudah modern. Tyre changer digunakan untuk mempercepat kinerja penggantian ban.
 
"Kalau pakai tyre changer, memang selalu kami rekomendasikan sebagai produsen ban. Karena dengan cara inilah, penggantian ban akan berlangsung aman. Selain itu juga tidak akan melukai pelek maupun ban motor. Hal positif lainnya juga lebih presisi," bebernya.
 
Untuk menjaga kondisi pelek sepeda motor tetap awet, disarankan untuk melakukan perawatan berkala. Pemeriksaan meliputi keseimbangan dan kerapatan jari-jari.
 
"Setiap servis rutin yang dilakukan di bengkel resmi, akan diperiksa kondisi peleknya. Untuk pelek cast wheel (pelek palang) akan diperiksa keseimbangannya. Kalau pelek jari-jari akan diperiksa juga keseimbangan dan kerapatan jari-jarinya," kata Yosie.
 
Ciri pelek yang sudah harus di balancing adalah timbulnya getaran di setang ketika motor melaju di kecepatan 60-100 kilometer per jam. Bahkan kestabilan motor saat melaju bisa terasa berkurang hingga 50 persen. "Untuk pelek cast wheel akan diperiksa keseimbangannya. Kalau pelek jari-jari akan diperiksa juga keseimbangan dan kerapatan jari-jarinya."
 
Pria ramah itu juga sedikit memberikan tips untuk memeriksa keseimbangan pelek. Jika kemiringan pelek lebih dari batas toleransi 2 milimeter, maka saat diputar akan tampak miring.
 
Tentu saja komponen ini sangat penting untuk diperhatikan karena pelek yang menjaga ban agar tetap bekerja dengan baik di jalan. Terlebih jika motor kerap dibawa perjalanan jauh dengan kondisi jalananan yang tidak mulus, resiko kecelakaan pun bisa meningkat karena kondisi motor tidak stabil.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif