Pilih asurasi mobil yang sesuai dengan kebutuhan Anda. MI/Ramdani
Pilih asurasi mobil yang sesuai dengan kebutuhan Anda. MI/Ramdani

Benarkah Premi Asuransi Mobil Bekas Lebih Mahal?

Otomotif asuransi kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 11 Oktober 2019 11:27
Jakarta: Meskipun tak ada perbedaan besar antara asuransi mobil bekas dengan asuransi mobil baru, namun tak dapat dipungkiri kepengurusan asuransi mobil bekas memerlukan waktu sedikit lebih panjang bila dibandingkan dengan kepengurusan asuransi mobil baru. Demikian juga dengan harga preminya yang sedikit lebih tinggi.
 
Business Development Asuransi Mobil di Cermati.com Metta Asokavati mengatakan risiko berkendara menghantui siapa pun, kapanpun, dan dimanapun. Apalagi jika mengingat masa depan tak dapat ditebak dan diprediksikan. "Bisa saja Anda kerap berhati-hati dan tertib selama mengemudi, namun ketika sial sedang menghadang, bisa jadi mobil kesayangan Anda menjadi korban dari keteledoran pengemudi lain."
 
Selain itu perlu diingat bahwa pentingnya mengasuransikan mobil bekas tak terlepas dari persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut antara lain adalah mendapatkan asuransi yang memenuhi semua kebutuhan Anda. Artinya, menjadi yang terbaik saat mobil dipakai, terbaik perlindungannya dan terbaik pula sesuai kondisi finansial Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anda memilih asuransi mobil yang bisa membuat Anda mendapatkan kenyamanan, ketenangan, dan terhindar dari kerugian finansial yang cukup besar akibat rusak atau hilangnya mobil. Dewasa ini, bahkan ada beberapa perusahaan asuransi yang memberikan tambahan benefit lainnya seperti fasilitas atau pelayanan spesial untuk nasabahnya," tambah Metta.
 
Selain itu, dalam mengurus asuransi mobil bekas dengan mobil yang baru keluar dari showroom pun kerap terdapat perlakuan beda. Pertama, harga pasaran mobil bekas saat diasuransikan akan ditaksir terlebih dahulu oleh pihak asuransi. Lain ceritanya dengan mobil baru yang harganya sudah pasti berdasarkan harga saat pembelian on the road (OTR).
 
Selanjutnya, pihak asuransi pun akan menyurvei mobil yang hendak diasuransikan tersebut guna menakar risikonya. Survei tersebut mencakup cek fisik termasuk memeriksa kerusakan mobil bekas yang mungkin sudah ada saat itu (pre-assisting damage). Lain halnya jika Anda membeli mobil bekas melalui showroom. Untuk Mobil 88 (grup Astra), Auto Safe (Hyundai), Indomobil Used Car (grup Indomobil), BMW Used Car Centre contohnya. Kemungkinan besar mobil bekas yang dibeli lewat showroom resmi pabrikan tidak akan disertai survei risiko.
 
Ini dikarenakan pihak asuransi menganggap mobil dari showroom pabrikan sudah direkondisi, sehingga kondisi mobil sudah dianggap bagus dan pasti baik-baik saja. Hal tersebut dapat dipastikan oleh pihak asuransi karena mobil bekas yang berada di showroom pabrikan telah direkondisi. Dengan demikian, kondisinya pun akan mendapat penilaian lebih baik sehingga tak perlu lagi menakar risikonya.
 
Selain kondisi mobil, usia kendaraan juga menjadi faktor pertimbangan apakah mobil bisa diasuransikan atau tidak. Pasalnya, setiap perusahaan asuransi punya kebijakan berbeda-beda dalam menentukan usia kendaraan mobil bekas. Ada yang maksimal tujuh tahun. Namun ada juga yang hingga 10 tahun.
 
Kadang, usia mobil bekas juga berpengaruh pada penentuan jenis asuransi. Semakin tua mobilnya, maka semakin besar pula kemungkinan bagi pemiliknya untuk dirujuk menggunakan asuransi TLO (total loss). Ini dikarenakan, makin tua usia mobil bekas, maka ketersediaan komponennya pun makin susah, sedangkan harga jualnya kian menyusut. Begitu pula sebaliknya, jika usia kendaraan Anda terbilang masih muda, maka Anda dapat menggunakan all risk.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif