DKI Jakarta: Brand SUV Jaecoo menghadirkan pendekatan baru dalam menikmati perjalanan off-road. Mereka bersama pembalap reli Indonesia, Julian Johan, membagikan sejumlah tips dasar yang dapat menjadi panduan bagi pengendara yang ingin mulai mencoba aktivitas off-road.
1. Mulai dari Perjalanan yang Mudah, Tidak Harus Ekstrem
Menurut Julian, banyak pemula memiliki persepsi bahwa off-road harus dilakukan di jalur terpencil dengan tingkat kesulitan tinggi. Padahal, pengalaman awal bisa dimulai dari jalur yang relatif ringan.
Melewati jalur non-aspal selama sekitar 15 menit sudah cukup untuk membantu pengemudi memahami bagaimana kendaraan beradaptasi dengan permukaan jalan yang berbeda sekaligus meningkatkan kepercayaan diri sebelum mencoba medan yang lebih menantang.
2. Utamakan Kontrol, Bukan Kecepatan
Berkendara di jalur non-aspal membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan berkendara di jalan raya. Pengemudi perlu lebih fokus pada pengendalian kendaraan serta kemampuan membaca kondisi permukaan jalan.
Baca Juga:
Tips Hemat BBM Mobil Agar Tidak Jadi ‘Sobat’ SPBU
“Kuncinya adalah bagaimana menjaga kontrol dan membaca permukaan jalan. Pendekatan yang lebih halus (finesse) sangat penting karena daya cengkram ban di jalur non-aspal jauh lebih rendah,” ungkap Julian.
Pendekatan berkendara yang halus menjadi penting untuk menjaga stabilitas kendaraan, mengingat karakter jalur off-road yang sering kali licin serta memiliki permukaan yang tidak rata.
3. Jangan Lakukan Sendirian, Utamakan Keamanan
Medan off-road sering kali menghadirkan kondisi yang tidak terduga. Oleh karena itu, aspek keamanan menjadi hal yang harus diprioritaskan.
Para ahli menyarankan aktivitas ini dilakukan bersama kendaraan lain atau dalam bentuk konvoi. Selain meningkatkan keamanan, cara ini juga memastikan bantuan dapat segera diberikan apabila terjadi kendala di jalur off-road.
4. Persiapan Tetap Penting, Meski Lokasi Dekat
Kesalahan yang kerap dilakukan pemula adalah menganggap lokasi off-road yang dekat dari kota tidak memerlukan persiapan khusus.
Padahal, perlengkapan seperti recovery gear, termasuk towing strap, tetap diperlukan untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalur off-road. Persiapan yang matang menjadi salah satu kunci agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Baca Juga:
Rekomendasi SUV Buat Pengemudi dengan Tinggi Badan di Atas 180 CM
5. Off-Road Kini Bisa Tetap Nyaman dan Multifungsi
Perkembangan teknologi kendaraan turut mengubah standar pengalaman berkendara di medan non-aspal. Kendaraan modern kini dirancang tidak hanya tangguh, tetapi juga tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi.
Salah satu contoh yang ditampilkan adalah J8 SHS-P ARDIS yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang halus di dalam kota sekaligus memiliki kemampuan menghadapi berbagai kondisi medan off-road.
DKI Jakarta: Brand SUV
Jaecoo menghadirkan pendekatan baru dalam menikmati perjalanan
off-road. Mereka bersama pembalap reli Indonesia,
Julian Johan, membagikan sejumlah tips dasar yang dapat menjadi panduan bagi pengendara yang ingin mulai mencoba aktivitas off-road.
1. Mulai dari Perjalanan yang Mudah, Tidak Harus Ekstrem
Menurut Julian, banyak pemula memiliki persepsi bahwa off-road harus dilakukan di jalur terpencil dengan tingkat kesulitan tinggi. Padahal, pengalaman awal bisa dimulai dari jalur yang relatif ringan.
Melewati jalur non-aspal selama sekitar 15 menit sudah cukup untuk membantu pengemudi memahami bagaimana kendaraan beradaptasi dengan permukaan jalan yang berbeda sekaligus meningkatkan kepercayaan diri sebelum mencoba medan yang lebih menantang.
2. Utamakan Kontrol, Bukan Kecepatan
Berkendara di jalur non-aspal membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan berkendara di jalan raya. Pengemudi perlu lebih fokus pada pengendalian kendaraan serta kemampuan membaca kondisi permukaan jalan.
“Kuncinya adalah bagaimana menjaga kontrol dan membaca permukaan jalan. Pendekatan yang lebih halus (finesse) sangat penting karena daya cengkram ban di jalur non-aspal jauh lebih rendah,” ungkap Julian.
Pendekatan berkendara yang halus menjadi penting untuk menjaga stabilitas kendaraan, mengingat karakter jalur off-road yang sering kali licin serta memiliki permukaan yang tidak rata.
3. Jangan Lakukan Sendirian, Utamakan Keamanan
Medan off-road sering kali menghadirkan kondisi yang tidak terduga. Oleh karena itu, aspek keamanan menjadi hal yang harus diprioritaskan.
Para ahli menyarankan aktivitas ini dilakukan bersama kendaraan lain atau dalam bentuk konvoi. Selain meningkatkan keamanan, cara ini juga memastikan bantuan dapat segera diberikan apabila terjadi kendala di jalur off-road.
4. Persiapan Tetap Penting, Meski Lokasi Dekat
Kesalahan yang kerap dilakukan pemula adalah menganggap lokasi off-road yang dekat dari kota tidak memerlukan persiapan khusus.
Padahal, perlengkapan seperti
recovery gear, termasuk
towing strap, tetap diperlukan untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalur off-road. Persiapan yang matang menjadi salah satu kunci agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
5. Off-Road Kini Bisa Tetap Nyaman dan Multifungsi
Perkembangan teknologi kendaraan turut mengubah standar pengalaman berkendara di medan non-aspal. Kendaraan modern kini dirancang tidak hanya tangguh, tetapi juga tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi.
Salah satu contoh yang ditampilkan adalah J8 SHS-P ARDIS yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang halus di dalam kota sekaligus memiliki kemampuan menghadapi berbagai kondisi medan off-road.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)