Penggunaan penutup mobil ada efek buruknya lho! A2
Penggunaan penutup mobil ada efek buruknya lho! A2

Jangan Asal Pakai Cover Mobil Setiap Hari, Pahami Risiko Buruknya!

Ahmad Garuda • 24 September 2026 17:54
Ringkasnya gini..
  • Menggunakan car cover atau selimut mobil sering kali diandalkan oleh pemilik kendaraan untuk melindungi cat dan bodi mobil.
  • Terutama dari teriknya matahari, debu jalanan, serta kotoran burung.
  • Apalagi pemilik kendaraan yang tidak memiliki garasi beratap, cover mobil dianggap sebagai solusi praktis pelindung eksterior.
Jakarta - Menggunakan car cover atau selimut mobil sering kali diandalkan oleh pemilik kendaraan untuk melindungi cat dan bodi mobil dari teriknya matahari, debu jalanan, serta kotoran burung. Terutama bagi pemilik kendaraan yang tidak memiliki garasi beratap, cover mobil dianggap sebagai solusi praktis pelindung eksterior.

Namun, di balik manfaatnya untuk menangkal cuaca luar, ternyata penggunaan cover mobil setiap hari menyimpan sejumlah risiko tersembunyi yang jarang disadari. Jika tidak digunakan dengan cara yang tepat, pelindung ini justru bisa merusak kendaraan Anda.

Berikut adalah beberapa risiko utama penggunaan cover mobil setiap hari:

Timbulnya Jamur Bodi (Water Spot & Body Mold)
Kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti embun pagi atau sisa air hujan yang terperangkap di bawah cover, menjadi pemicu utama munculnya kelembapan tinggi.

Jika mobil ditutupi dalam kondisi basah atau lembap, udara tidak dapat sirkulasi dengan baik. Akibatnya, jamur bodi, bercak air (water spot), hingga lumut halus dapat tumbuh di permukaan cat mobil, membuat cat tampak kusam dan bernoda putih.

Risiko Baret Halus Akibat Gesekan (Micro-Scratches)
Angin kencang yang bertiup saat mobil diparkir di luar ruangan akan membuat cover mobil bergerak atau bergesekan secara konstan dengan permukaan bodi.
 

Partikel debu dan kotoran kecil yang terjebak di bagian dalam cover akan bertindak seperti amplas halus setiap kali kain tersebut bergesek dengan bodi mobil akibat terpaan angin. Hal ini menciptakan garis-garis halus atau swirl marks pada lapisan pernis cat mobil Anda.

Cat Mobil Belang Akibat Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect)
Menggunakan cover berkualitas rendah berbahan plastik atau parasut murni di bawah terik matahari langsung dapat memicu suhu ekstrem di balik selimut mobil.

Panas matahari yang terjebak di antara cover dan bodi mobil (efek rumah kaca) membuat suhu meningkat drastis. Hal ini dapat mempercepat pemudaran warna cat, merusak lapisan clear coat, bahkan membuat komponen berbahan plastik di eksterior menjadi cepat rapuh.

Menutupi Potensi Karat Akibat Penguapan yang Buruk
Bagi mobil yang sering parkir di area terbuka dengan kelembapan tinggi atau dekat daerah pesisir pantai, uap air yang mengandung garam atau kelembapan tanah dapat naik ke bodi kendaraan.

Cover yang terlalu rapat dan tidak memiliki ventilasi udara yang baik akan mengunci uap air tersebut di bodi mobil dalam waktu lama, yang pada akhirnya memicu risiko korosi atau karat pada bagian-bagian tertentu.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan