DKI Jakarta: Mematikan mesin mobil saat mengisi BBM di SPBU bukan sekadar mengikuti perintah petugas. Mesin yang tetap menyala ketika bahan bakar diisi dapat meningkatkan risiko kebakaran karena uap BBM mudah terbakar.
Aturan sederhana ini masih kerap dianggap sebagai formalitas. Padahal, menurut situs resmi Daihatsu, mematikan mesin saat pengisian bahan bakar merupakan bagian penting dari prosedur keselamatan untuk melindungi pengemudi, petugas SPBU, dan orang di sekitar kendaraan.
Mencegah risiko kebakaran
Bensin sangat mudah terbakar. Saat pengisian berlangsung, uap bensin dapat keluar ke udara di sekitar kendaraan.
Jika mesin masih menyala, panas mesin, gangguan kelistrikan, busi, sistem pembuangan, atau aktivitas mesin lainnya dapat menjadi sumber penyulut. Kondisi tersebut berpotensi membentuk segitiga api yang terdiri dari uap bahan bakar, oksigen, dan sumber penyulut.
Karena itu, mematikan mesin sebelum mengisi BBM menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko kebakaran di area SPBU.
Baca Juga :
Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya
Menghindari risiko listrik statis
Risiko lainnya berkaitan dengan listrik statis. Menurut Daihatsu, listrik statis dapat menimbulkan percikan ketika bertemu dengan uap bensin di sekitar selang pengisian.
Percikan tersebut berpotensi memicu kebakaran di sekitar selang bahan bakar dan merambat ke bagian kendaraan lainnya. Penggunaan ponsel, terutama untuk melakukan panggilan, juga dilarang saat proses pengisian bahan bakar sebagai bagian dari aturan keselamatan di SPBU.
Melindungi sistem bahan bakar
Mobil modern dilengkapi pompa bahan bakar dan berbagai sensor elektronik. Membiarkan mesin tetap menyala saat mengisi BBM disebut dapat membuat sistem tersebut bekerja tidak normal.
Kondisi itu berpotensi menyebabkan bahan bakar meluap atau menimbulkan masalah tekanan yang kemudian dapat berdampak terhadap performa kendaraan dalam jangka panjang.
Bukan sekadar aturan SPBU
Mematikan mesin sebelum mengisi BBM juga berkaitan dengan aturan hukum dan keselamatan yang berlaku di area pengisian. Mengabaikannya dapat menyebabkan pengisian tidak dilayani.
Lebih dari sekadar mematuhi petugas, mematikan mesin merupakan kebiasaan berkendara yang bertanggung jawab. Langkah sederhana tersebut membantu mengurangi risiko yang sebenarnya dapat dihindari selama berada di area SPBU.
DKI Jakarta: Mematikan
mesin mobil saat mengisi BBM di
SPBU bukan sekadar mengikuti perintah petugas. Mesin yang tetap menyala ketika bahan bakar diisi dapat meningkatkan risiko kebakaran karena uap BBM mudah terbakar.
Aturan sederhana ini masih kerap dianggap sebagai formalitas. Padahal, menurut situs resmi Daihatsu, mematikan mesin saat pengisian bahan bakar merupakan bagian penting dari prosedur keselamatan untuk melindungi pengemudi, petugas SPBU, dan orang di sekitar kendaraan.
Mencegah risiko kebakaran
Bensin sangat mudah terbakar. Saat pengisian berlangsung, uap bensin dapat keluar ke udara di sekitar kendaraan.
Jika mesin masih menyala, panas mesin, gangguan kelistrikan, busi, sistem pembuangan, atau aktivitas mesin lainnya dapat menjadi sumber penyulut. Kondisi tersebut berpotensi membentuk segitiga api yang terdiri dari uap bahan bakar, oksigen, dan sumber penyulut.
Karena itu, mematikan mesin sebelum mengisi BBM menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko kebakaran di area SPBU.
Menghindari risiko listrik statis
Risiko lainnya berkaitan dengan listrik statis. Menurut Daihatsu, listrik statis dapat menimbulkan percikan ketika bertemu dengan uap bensin di sekitar selang pengisian.
Percikan tersebut berpotensi memicu kebakaran di sekitar selang bahan bakar dan merambat ke bagian kendaraan lainnya. Penggunaan ponsel, terutama untuk melakukan panggilan, juga dilarang saat proses pengisian bahan bakar sebagai bagian dari aturan keselamatan di SPBU.
Melindungi sistem bahan bakar
Mobil modern dilengkapi pompa bahan bakar dan berbagai sensor elektronik. Membiarkan mesin tetap menyala saat mengisi BBM disebut dapat membuat sistem tersebut bekerja tidak normal.
Kondisi itu berpotensi menyebabkan bahan bakar meluap atau menimbulkan masalah tekanan yang kemudian dapat berdampak terhadap performa kendaraan dalam jangka panjang.
Bukan sekadar aturan SPBU
Mematikan mesin sebelum mengisi BBM juga berkaitan dengan aturan hukum dan keselamatan yang berlaku di area pengisian. Mengabaikannya dapat menyebabkan pengisian tidak dilayani.
Lebih dari sekadar mematuhi petugas, mematikan mesin merupakan kebiasaan berkendara yang bertanggung jawab. Langkah sederhana tersebut membantu mengurangi risiko yang sebenarnya dapat dihindari selama berada di area SPBU.
(UDA)