Cek berkala CVT cegah motor matic bergetar. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Cek berkala CVT cegah motor matic bergetar. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Perawatan Kendaraan

Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Rasio Motor Matic Rusak

Otomotif tips motor perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 24 Januari 2020 14:22
Jakarta: Menggunakan motor matic memang lebih praktis ketimbang menggunakan motor bebek. Meski begitu, merawat motor matic tetap membutuhkan perhatian ekstra.
 
Keberadaan Continously Variable Transmission (CVT) membuat merawat motor mati ctak boleh asal. Alat penggerak otomatis tersebut yang membedakan motor matic dengan motor bebek.
 
Untuk itu para pemilik sepeda motor bertransmisi otomatis atau matic wajib tahu bahwa melakukan perawatan pada sepeda motor matic tidak hanya pada bagian mesinnya saja. Tapi perawatan juga harus dilakukan pada bagian lainnya seperti gear atau gigi rasio.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disebutkan lam resmi Suxuki, ini sangat penting karena kalau sampai terjadi kerusakan atau jebol pada bagian gear atau gigi rasionya, akan mengganggu kenyamanan dalam mengendarai sepeda motor matic.
 
Gejala Gigi Rasio Rusak
Kerusakan atau jebol pada bagian gear atau gigi rasio biasanya akan muncul gejala, seperti terdengar dengung dari gardan ketika sepeda motor dikendarai. Suara yang mendengung ini sudah pasti akan sangat mengganggu. Tidak hanya Anda selaku pengendaranya, tapi mungkin juga bisa mengganggu kenyamanan pengendara lain di jalan. Anda harus ingat bahwa sebagai sesama pemakai jalan, Anda juga harus menjaga kenyamanan berkendara pengendara lain di jalanan.
 
Penyebab Gigi Rasio Rusak
Salah satu penyebab utama rusaknya gigi rasio adalah kondisi oli gardan yang sudah buruk. Umumnya, pengendara sepeda motor matic tidak sadar, tiba-tiba olinya sudah tercampur dengan air dan kotoran. Alhasil, oli gardan tidak bisa melumasi gigi rasio dengan baik. Tingginya friksi atau gesekan bukan tidak mungkin membuat gigi rasio jadi rusak.
 
Hal ini bisa dicegah jika Anda menjaga kualitas oli gardan dengan selalu rutin mengecek dan mengganti oli gardan secara berkala. Jika sudah berwarna coklat dan keruh, bisa dipastikan oli gardan itu sudah kotor dan minta diganti.
 
Selain itu, yang tak kalah penting adalah melakukan perawatan v-belt. V-belt bertugas untuk meneruskan putaran pulley bagian depan (engine) menuju pulley belakang (roda). Jika tidak dirawat, biasanya masalah timbul saat Anda sedang menarik gas dan motor terasa bergetar.
 
Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, Anda disarankan mengganti v-belt secara berkala. Tepatnya setelah pemakaian 24.000 km.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif