Cek kondisi ban ketika membeli mobil bekas. Auto2000
Cek kondisi ban ketika membeli mobil bekas. Auto2000

Tips Mobil

Mau Beli Mobil Bekas? Bannya Jangan Lupa Dicek

Otomotif mobil bekas tips mobil
Ekawan Raharja • 08 September 2020 10:00
Jakarta: Pembelian mobil bekas bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan, namun dana yang dimiliki tidak mencukupi untuk membeli mobil baru yang dibutuhkan. Ketika membeli mobil bekas harus jeli melihat berbagai kondisinya, termasuk kondisi ban jangan terlupakan.
 
Seperti yang diketahui, ban satu-satunya komponen yang bersinggungan langsung dengan aspal dan perlu bekerja keras dalam perjalanan. Kebiasaan menunda untuk memeriksa atau mengganti ban dengan kondisi yang tidak prima dapat berakibat buruk.
 
President Director Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin, membeberkan tiga hal yang harus diperhatikan ketika membeli ban bekas, diantaranya;
 

1. Mengecek Sejarah Kelima Ban Mobil

Perhatikan orisinalitas keempat ban mobil bekas yang akan dibeli, termasuk satu ban cadangan yang dimiliki apakah masih layak atau tidak. Pahami spesifikasi tiap ban dan pastikan riwayat penggantian ban sebelumnya.
 
Jika menemukan ban sudah pernah diganti, periksa pula apakah keempat ban sudah menggunakan ukuran yang sesuai. Selain itu, jika ingin mengganti ban baru dengan ukuran yang lebih besar perlu memperhatikan ukuran diameter keseluruhan, baik pelek dan ban, harus tetap sama dengan ukuran ban awal atau lama agar tidak mengacaukan speedometer dan pastikan load index yang tetap mengacu pada rekomendasi produsen mobil. Untuk menentukan pengukuran yang tepat saat melakukan upsizing ban dapat menggunakan kalkulator ban atau menanyakan kepada dealer ban terdekat. 
 
“Umumnya keempat ban sangat dianjurkan tidak memiliki spesifikasi yang berbeda, apabila ingin diganti maka harus diganti secara bersamaan. Namun demikian, masih memungkinkan apabila hanya dua ban yang diganti, asalkan ban yang baru harus dipasang di roda belakang. Jika hanya satu ban yang diganti, maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan kiri/kanan yang berdampak pada kualitas traksi yang kurang kuat sehingga berdampak pada kinerja kendaraan,” jelas Shin melalui keterangan resminya.
 

2. Cek Keausan Ban Melalui TWI

Pastikan keausan tapak ban masih berada di ambang batas minimal yang bertanda TWI (Tread Wear Indicator), yaitu setebal 1.6 mm dari permukaan dasar tapak ban. Selain itu, lihat dan bandingkan kilometer atau odometer yang telah ditempuh oleh mobil bekas dengan batas keausan ban itu sendiri. Ban yang melewati batas sebaiknya segera diganti karena akan berpengaruh terhadap kinerja kendaraan yang tidak maksimal dan bahaya lebih lanjut seperti ban meletus atau bocor.
 

3. Cek Tekanan Angin

Periksa tekanan angin ban. Memastikan tekanan angin pada tingkat yang direkomendasikan juga salah satu cara untuk mengetahui apakah kendaraan bekas yang dibeli berada pada kondisi baik atau tidak. Tingkat tekanan udara yang optimal untuk ban dapat dilihat di sisi dalam pintu mobil atau di manual mobil. Bos Hankook Tire di Indonesia ini menyarankan agar melakukan pemeriksaan tekanan ban sekali setiap bulan.
 

Lakukan Test Drive untuk Merasakan Langsung Kondisi Ban

Langkah terbaik untuk memeriksa ketiga hal tersebut ialah dengan melakukan test drive. Pastikan untuk mencoba berbagai rute jalan dengan berbagai kecepatan untuk memeriksa kondisi mobil saat berbelok, mengerem, melakukan akselerasi.
 
Perhatikan pula suara bising yang timbul saat menambah atau mengurangi kecepatan dan posisi stir kemudi apakah sudah sesuai dengan posisi ban. Kondisi stir yang tidak nyaman akan berpengaruh kepada kenyamanan berkendara, dan dapat mengindikasikan ban memerlukan layanan spooring. Oleh karena itu, apabila tidak yakin dengan pemeriksaan independen, sangat dianjurkan untuk membawa kendaraan kepada mekanik ahli atau profesional ban yang juga dapat membantu untuk menemukan masalah lain yang mungkin tidak ditemukan saat melakukan test drive.
 
“Bayangkan saja apabila mobil bekas yang dibeli merupakan MPV atau sedan lalu dipaksakan dengan menggunakan ban SUV. Hal ini akan menurunkan performa kendaraan, tidak hanya sekadar merusak kenyamanan berkendara namun juga membahayakan keselamatan pengendara dan penumpang di dalamnya. Oleh karena itu penting bagi pemilik mobil untuk memeriksa ban mobil bekas serta mengetahui tipe jenis ban apa yang paling sesuai dengan menanyakan ke pakar terkait, seperti mengunjungi dealer terdekat,” tutup Shin.
 
(ACF)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif