Jakarta: Waktu berbuka puasa kerap bertepatan dengan jam pulang kerja. Kondisi ini membuat banyak pengendara masih berada di balik kemudi ketika azan Magrib berkumandang. Situasi tersebut sulit dihindari, terutama bagi pekerja dengan mobilitas tinggi yang mengandalkan mobil setiap hari.
Agar tetap aman dan nyaman, ada sejumlah langkah dari Auto2000 yang bisa dilakukan ketika harus berbuka puasa di perjalanan.
1. Siapkan Bekal Praktis untuk Berbuka
Pengemudi disarankan membawa bekal sederhana seperti air mineral atau minuman manis yang menyegarkan. Hindari minuman bersoda dan kopi karena berpotensi membuat perut tidak nyaman. Suhu minuman juga sebaiknya tidak terlalu panas atau terlalu dingin agar bisa langsung dikonsumsi.
Makanan berat seperti nasi dan lauk sebaiknya dihindari karena berisiko membuat kantuk akibat kekenyangan. Selain itu, hindari makanan yang mudah hancur atau berantakan saat digigit karena dapat mengotori kabin dan mengalihkan konsentrasi berkendara.
Baca Juga:
Disambut Tari Kecak, Pembalap Honda MotoGP Menari Bareng
2. Persiapkan Sebelum Kendaraan Bergerak
Sebelum mulai perjalanan, buka segel kemasan makanan dan minuman agar tidak merepotkan saat di jalan. Letakkan di lokasi yang mudah dijangkau seperti panel pintu, konsol tengah, atau cup holder.
Pastikan posisi kemasan stabil dan tidak mudah terjatuh ketika terjadi pengereman mendadak atau mobil melaju di jalan bergelombang.
3. Hindari Berhenti di Bahu Jalan
Jika memungkinkan, pengemudi dianjurkan menepi di lokasi yang aman seperti rest area jalan tol, SPBU, masjid, minimarket, atau area publik lainnya.
Berhenti di bahu jalan meskipun hanya sebentar dapat mengganggu arus lalu lintas dan berisiko tertabrak dari belakang. Pastikan lokasi parkir juga aman dari potensi tindak kriminal dan tidak menghambat aktivitas pengguna jalan lain.
4. Tetap Waspada Jika Terpaksa Berbuka Sambil Mengemudi
Apabila tidak memungkinkan berhenti, batalkan puasa dengan minum air putih atau minuman manis terlebih dahulu. Konsumsi makanan kecil secara perlahan dan secukupnya.
Baca Juga:
Pentingnya Dashcam 3 Channel untuk Kawal Perjalanan Mudik Aman
Hindari memegang makanan dan minuman dengan kedua tangan. Satu tangan harus tetap fokus pada kemudi untuk mengantisipasi manuver mendadak. Kurangi kecepatan ke batas aman dan tetap jaga konsentrasi hingga menemukan tempat berhenti yang layak.
Jakarta: Waktu berbuka puasa kerap bertepatan dengan jam pulang kerja. Kondisi ini membuat banyak pengendara masih berada di balik kemudi ketika
azan Magrib berkumandang. Situasi tersebut sulit dihindari, terutama bagi pekerja dengan mobilitas tinggi yang mengandalkan mobil setiap hari.
Agar tetap aman dan nyaman, ada sejumlah langkah dari
Auto2000 yang bisa dilakukan ketika harus berbuka puasa di perjalanan.
1. Siapkan Bekal Praktis untuk Berbuka
Pengemudi disarankan membawa bekal sederhana seperti air mineral atau minuman manis yang menyegarkan. Hindari minuman bersoda dan kopi karena berpotensi membuat perut tidak nyaman. Suhu minuman juga sebaiknya tidak terlalu panas atau terlalu dingin agar bisa langsung dikonsumsi.
Makanan berat seperti nasi dan lauk sebaiknya dihindari karena berisiko membuat kantuk akibat kekenyangan. Selain itu, hindari makanan yang mudah hancur atau berantakan saat digigit karena dapat mengotori kabin dan mengalihkan konsentrasi berkendara.
2. Persiapkan Sebelum Kendaraan Bergerak
Sebelum mulai perjalanan, buka segel kemasan makanan dan minuman agar tidak merepotkan saat di jalan. Letakkan di lokasi yang mudah dijangkau seperti panel pintu, konsol tengah, atau cup holder.
Pastikan posisi kemasan stabil dan tidak mudah terjatuh ketika terjadi pengereman mendadak atau mobil melaju di jalan bergelombang.
3. Hindari Berhenti di Bahu Jalan
Jika memungkinkan, pengemudi dianjurkan menepi di lokasi yang aman seperti rest area jalan tol, SPBU, masjid, minimarket, atau area publik lainnya.
Berhenti di bahu jalan meskipun hanya sebentar dapat mengganggu arus lalu lintas dan berisiko tertabrak dari belakang. Pastikan lokasi parkir juga aman dari potensi tindak kriminal dan tidak menghambat aktivitas pengguna jalan lain.
4. Tetap Waspada Jika Terpaksa Berbuka Sambil Mengemudi
Apabila tidak memungkinkan berhenti, batalkan puasa dengan minum air putih atau minuman manis terlebih dahulu. Konsumsi makanan kecil secara perlahan dan secukupnya.
Hindari memegang makanan dan minuman dengan kedua tangan. Satu tangan harus tetap fokus pada kemudi untuk mengantisipasi manuver mendadak. Kurangi kecepatan ke batas aman dan tetap jaga konsentrasi hingga menemukan tempat berhenti yang layak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)