Usahakan gunakan rem belakang saja saat hujan. Dok. MI
Usahakan gunakan rem belakang saja saat hujan. Dok. MI

Teknik Aman Mengerem Sepeda Motor saat Hujan

Otomotif safety riding tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 05 November 2019 12:20
Jakarta: Menunggangi sepeda motor terlihat sepele, namun tidak sedikit biker yang belum paham dan mengetahui cara mengendarai sepeda motor yang benar dan aman. Salah satu contohnya adalah teknik pengereman sepeda motor jenis matic. Tak jarang biker mengalami slip ban depan karena cara pengereman yang salah, terutama saat melakukan pengereman mendadak.
 
Kondisi hujan tidak hanya membuat biker memerlukan perlengkapan khusus berkendara, tapi juga dibutuhkan konsentrasi dan khususnya teknik berkendara yang aman.
 
Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Mustika, Asep wawan menerangkan hal tersebut lumrah terjadi dikarenakan bobot motor matic cenderung lebih berat di belakang dibanding di depan, oleh karena itu penting bagi biker memahami cara pengereman yang benar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berbeda dengan motor manual yang sistem pengeremannya bisa dibantu engine brake, sedangkan pada motor matic hanya mengandalkan rem dan feeling pengendara," ucap Asep, saat berbincang dengan Medcom.id, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Maklum, berkendara di bawah guyuran hujan tak boleh asal. Salah sedikit, motor bisa slip dan menimbulkan bahaya. Untuk itu Asep mengingatkan, pada kecepatan tinggi di atas 40 km per jam, pengereman motor matic sebaiknya menggunakan teknik combi brake/rem kombinasi, yaitu menarik tuas rem bersamaan secara perlahan agar ban belakang tidak slip/ngebuang.
Cara Mengidentifikasi Jas Hujan Kedaluawarsa
Berbeda lagi teknik pengeremannya ketika motor melaju di bawah di bawah guyuran hujan. "Sebaiknya bikers hanya menggunakan rem belakang ketika berkendara di kondisi hujan. Kecepatan motor saat hujan sebaiknya 30-40 kilometer per jam," lanjut Asep.
 
Asep juga mengingatkan untuk menggunakan pijakan kaki untuk memindahkan bobot saat terjadi rem mendadak, karena ketika itu terjadi secara otomatis bobot pengendara akan mendorong ke depan. "Jadi jangan mengandalkan tumpuan pada setang dan tangan saja," terang Asep.
 
Jalanan menjadi licin sehingga motor rawan slip saat hujan. Menjadi fatal karena titik handling motor berada di ban depan. Jika ban depan slip, motor akan sulit untuk dikendalikan. Situasinya berbeda jika ban belakang slip. Pada momen itu, pengendara masih bisa mengontrol motor lewat ban depan dan kaki juga biasanya refleks melepas tuas rem saat kondisi ban belakang terkunci.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif