Kecelakaan di Bintaro, Tangsel, Banten. Foto: Medcom.id/Farhan Dwitama
Kecelakaan di Bintaro, Tangsel, Banten. Foto: Medcom.id/Farhan Dwitama

Hindari Tabrakan Beruntun, Jaga Jarak Kendaraan Selama Perjalanan

Otomotif tips mobil safety driving tips otomotif
Ekawan Raharja • 15 September 2019 17:00
Jakarta: Belakangan ini sedang kerap terjadi kecelakaan beruntun yang disebabkan oleh pengguna jalan yang tidak menjaga jarak antar kendaraan selama perjalanan. Salah satunya adalah kasus kecelakaan beruntun di Bintaro yang disebabkan oleh para pengemudi yang tidak menjaga jarak aman berkendara.
 
Polisi menduga kecelakaan beruntun di Jalan CBD Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten, karena pengendara tidak memperhatikan jarak aman. “Kalau kita lihat posisinya tidak bisa jaga jarak, antar kendaraan terlalu dekat,” kata Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni di lokasi Jumat (6/9/2019).
 
Padahal menjaga jarak antar kendaraan penting dilakukan agar pengemudi bisa melakukan manuver mengantisipasi kondisi kecelakaan di depannya. Direktur Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, menjelaskan tanpa kita sadari ketika mengendarai sebuah kendaraan kita berhadapan dengan ruang dan waktu, dengan kecepatan 100 kilometer per jam, maka setiap detik kita sudah berpindah sejauh 27,7 meter per detik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan suatu kondisi, namun hal itu pun memerlukan waktu. Dalam contoh kasus pengereman mendadak, dari mata melihat dilanjutkan ke otak untuk memerintahkan kaki menginjak pedal rem itu membutuhkan waktu 0,5 sampai 1 detik. Kemudian ketika pedal rem sudah diinjak dan mekanismenya bekerja untuk menahan putaran roda itu juga membutuhkan waktu 0,5 sampai 1 detik.
 
Dan terakhir pengereman itu sendiri juga perlu waktu untuk dapat memberhentikan kendaraan. Maka jika kecepatan kita 100 kilometer per jam, kira-kira sekitar hampir 60 meter kendaraan masih melaju bebas ke depan saat mata kita sudah melihat suatu kejadian di depan. Dapat dibayangkan jika jarak aman dengan mobil di depan cukup dekat maka kemungkinan kita akan sulit menghentikan laju kendaraan kita dengan jarak yang ada.
 
Lalu berapa jarak aman yang dianjurkan? Dalam teori defensive driving dijelaskan bahwa jarak aman adalah minimal tiga detik. Mengapa dengan rumus waktu? Karena dengan rumus ini, jarak aman akan menyesuaikan dengan speed kendaraan kita.
 
Bagaimana cara menghitungnya? Ketika sedang berjalan konstan, kita perhatikan kendaraan di depan, kita cari objekstatis di pinggir jalan (pohon/tiang/rambu) sebagai patokan menghitung. Saat mobil di depan lewat ditanda statis tadi kita mulai berhitung : satu dan satu, dua dan dua, tiga dan tiga (3 detik).
 
Ketika menyebut tiga dan tiga, kendaraan kita harus ada di objek statis tadi, maka terciptalah jarak 3 detik, atau bila dengan kecepatan 100 kilometer per jam kira-kira akan menghasilkan jarak 27,7 meter x 3 detik.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif