Ilustrasi. Dok. MI
Ilustrasi. Dok. MI

Safety Riding

Benarkah Melakukan Perjalanan Jauh Sebaiknya Dimulai Pagi Hari?

Otomotif tips motor safety riding tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 03 April 2020 10:29
Jakarta: Memburuknya wabah virus Corona mengharuskan pemerintah mengambil sikap. Sebagai salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyarankan setiap individu untuk menerapkan social distancing guna menghadapi pandemi COVID-19, dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain.
 
Pemerintah pun meminta masyarakat tak mudik jelang Ramadan yang akan tiba kurang dari sebulan lagi. Pergerakan manusia dalam jumlah besar seperti mudik berpotensi menambah penyebaran virus ini.
 
Meski telah diimbau, diprediksi masih banyak masyarakat yang akan menggunakan kendaraan roda dua untuk melakukan perjalanan jauh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), sering kali mereka yang melakukan perjalanan jauh seperti pemudik lupa untuk mengatur ritme perjalanan. Padahal setiap pemudik, baik yang menggunakan sepeda motor atau moda transportasi lainnya wajib memahami kapan melakukan perjalanan dan kapan waktu istirahat.
 
"Kami menyebutnya manajemen perjalanan mudik yang sehat dan selamat, bahwa kapan dia melakukan perjalanan dan kapan harus istirahat, ini yang sering dilupakan," ungkap Koordinator Jarak Aman Edo Rusyanto.
 
Edo mencontohkan ada kelebihan maupun kekurangan dari setiap waktu yang dipilih untuk melakukan perjalanan mudik. Terutama bagi pemudik sepeda motor.
 
Misalnya memilih perjalanan mudik pada malam hari. Kelebihannya, mengurangi dehidrasi. Sementara di siang hari peluang dehidrasi dan kelelahan bisa lebih tinggi.
 
"Tapi pada dasarnya kondisi jam biologis kita itu lebih baik perjalanan dimulai pagi, sehingga risiko dehidrasi sedikit tapi bisa diantisipasi dengan ritme istirahat setiap dua jam sekali," katanya.
 
Diimbau untuk para pemudik agar tidak membawa muatan berlebih ketika memilih mudik menggunakan sepeda motor. Selain mengganggu mobilitas, potensi kecelakaan juga semakin besar dengan barang bawaan yang terlalu banyak.
 
Pemudik sepeda motor beristirahat setiap dua jam sekali. Sebab jika tidak, ada kecenderungan dua jam berikutnya pemudik sepeda motor akan mudah lelah dan 60-70 persen sepeda motor berkontribusi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
 
Salah satu faktor penyebab kecelakaan pada pemudik sepeda motor adalah ketika macet maka waktu tempuh akan semakin lama. Sehingga saat keluar macet, mayoritas pengguna sepeda motor langsung tancap gas untuk 'membayar' kerugian waktu.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif