Jakarta: Menjelang musim mudik Lebaran, sepeda motor masih menjadi pilihan transportasi bagi banyak masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dari Jakarta. Meski memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi dibandingkan moda transportasi lain, kendaraan roda dua tetap diminati karena dinilai lebih fleksibel dan ekonomis.
Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mengingatkan para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang itu menekankan perjalanan mudik tidak hanya tentang cepat sampai ke tujuan, tetapi juga memastikan perjalanan dilakukan dengan aman, nyaman, dan penuh tanggung jawab.
“Perjalanan mudik dengan sepeda motor membutuhkan kesiapan matang, baik dari sisi kendaraan maupun pengendaranya. Kami mengimbau pemudik selalu mengutamakan keselamatan, fokus saat berkendara, serta tidak terburu-buru di jalan. Dengan menerapkan prinsip berkendara aman dan #Cari_Aman, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih nyaman dan selamat sampai tujuan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, melalui keterangan resminya.
Baca Juga:
Audi Siapkan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026
Sebagai bagian dari edukasi keselamatan berkendara, WMS melalui Safety Riding Promotion (SRP) membagikan lima tips penting bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor. Tips ini diharapkan dapat membantu pengendara mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik serta meminimalkan risiko selama perjalanan jarak jauh.
1. Persiapkan Kendaraan Selalu Prima
Sebelum memulai perjalanan mudik, pengendara disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sepeda motor di bengkel resmi. Pemeriksaan meliputi kondisi mesin, sistem pengereman, lampu, rantai, hingga tekanan ban. Selain itu, penggantian oli juga perlu dilakukan apabila kondisinya sudah tidak optimal agar performa mesin tetap terjaga selama perjalanan.
2. Tentukan Rute Perjalanan yang Tepat
Pemudik sebaiknya melakukan riset rute perjalanan untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Dengan memanfaatkan aplikasi navigasi digital atau informasi lalu lintas terkini, pengendara dapat memilih jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman dilalui selama perjalanan menuju kampung halaman.
3. Istirahat yang Cukup Selama Perjalanan
Banyak pemudik memaksakan diri berkendara demi cepat sampai tujuan. Padahal, kondisi tubuh yang lelah dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara disarankan untuk beristirahat setiap dua hingga tiga jam sekali guna meregangkan otot serta memulihkan energi.
Baca Juga:
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Ketupat Jaya 2026 Mulai 13–25 Maret
4. Hindari Membawa Barang Berlebihan
Membawa barang dalam jumlah besar saat mudik menggunakan sepeda motor dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan. Beban berlebihan berpotensi membuat motor tidak stabil, terutama ketika melewati jalan berlubang atau saat melakukan manuver. Karena itu, barang bawaan sebaiknya disusun rapi dan tidak melebihi kapasitas yang dianjurkan.
5. Berboncengan Maksimal Dua Orang
Secara teknis, sepeda motor dirancang untuk membawa maksimal dua orang, yaitu satu pengendara dan satu penumpang. Membawa lebih dari dua orang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan serta menyulitkan pengendara dalam mengendalikan motor, terutama saat melaju di jalan padat.
“Lima tips ini adalah hal mendasar yang wajib dipatuhi setiap pemudik. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan, memilih rute yang tepat, mengatur waktu istirahat, hingga memperhatikan beban kendaraan dan jumlah penumpang. Dengan menerapkan semua tips tersebut dan menjadikan #Cari_Aman sebagai kebiasaan berkendara, kami berharap para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih aman hingga tiba di kampung halaman,” tutup Agus Sani.
Jakarta: Menjelang musim
mudik Lebaran,
sepeda motor masih menjadi pilihan transportasi bagi banyak masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dari Jakarta. Meski memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi dibandingkan moda transportasi lain, kendaraan roda dua tetap diminati karena dinilai lebih fleksibel dan ekonomis.
Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mengingatkan para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang itu menekankan perjalanan mudik tidak hanya tentang cepat sampai ke tujuan, tetapi juga memastikan perjalanan dilakukan dengan aman, nyaman, dan penuh tanggung jawab.
“Perjalanan mudik dengan sepeda motor membutuhkan kesiapan matang, baik dari sisi kendaraan maupun pengendaranya. Kami mengimbau pemudik selalu mengutamakan keselamatan, fokus saat berkendara, serta tidak terburu-buru di jalan. Dengan menerapkan prinsip berkendara aman dan #Cari_Aman, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih nyaman dan selamat sampai tujuan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, melalui keterangan resminya.
Sebagai bagian dari edukasi keselamatan berkendara, WMS melalui Safety Riding Promotion (SRP) membagikan lima tips penting bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor. Tips ini diharapkan dapat membantu pengendara mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik serta meminimalkan risiko selama perjalanan jarak jauh.
1. Persiapkan Kendaraan Selalu Prima
Sebelum memulai perjalanan mudik, pengendara disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sepeda motor di bengkel resmi. Pemeriksaan meliputi kondisi mesin, sistem pengereman, lampu, rantai, hingga tekanan ban. Selain itu, penggantian oli juga perlu dilakukan apabila kondisinya sudah tidak optimal agar performa mesin tetap terjaga selama perjalanan.
2. Tentukan Rute Perjalanan yang Tepat
Pemudik sebaiknya melakukan riset rute perjalanan untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Dengan memanfaatkan aplikasi navigasi digital atau informasi lalu lintas terkini, pengendara dapat memilih jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman dilalui selama perjalanan menuju kampung halaman.
3. Istirahat yang Cukup Selama Perjalanan
Banyak pemudik memaksakan diri berkendara demi cepat sampai tujuan. Padahal, kondisi tubuh yang lelah dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara disarankan untuk beristirahat setiap dua hingga tiga jam sekali guna meregangkan otot serta memulihkan energi.
4. Hindari Membawa Barang Berlebihan
Membawa barang dalam jumlah besar saat mudik menggunakan sepeda motor dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan. Beban berlebihan berpotensi membuat motor tidak stabil, terutama ketika melewati jalan berlubang atau saat melakukan manuver. Karena itu, barang bawaan sebaiknya disusun rapi dan tidak melebihi kapasitas yang dianjurkan.
5. Berboncengan Maksimal Dua Orang
Secara teknis, sepeda motor dirancang untuk membawa maksimal dua orang, yaitu satu pengendara dan satu penumpang. Membawa lebih dari dua orang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan serta menyulitkan pengendara dalam mengendalikan motor, terutama saat melaju di jalan padat.
“Lima tips ini adalah hal mendasar yang wajib dipatuhi setiap pemudik. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan, memilih rute yang tepat, mengatur waktu istirahat, hingga memperhatikan beban kendaraan dan jumlah penumpang. Dengan menerapkan semua tips tersebut dan menjadikan #Cari_Aman sebagai kebiasaan berkendara, kami berharap para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih aman hingga tiba di kampung halaman,” tutup Agus Sani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)